SOLO, MettaNEWS – Komitmen Kota Solo untuk menjadi jujugan wisatawan semakin serius. Hal ini ditandai dengan direncanakannya penerbangan internasional langsung oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga Salahuddin Uno.
Dalam kunjungannya ke Kota Bengawan pada Sabtu (5/11) itu Menparekraf Sandiaga bertemu dengan Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka untuk membahas hal ini. Sandiaga menyayangkan Kota Solo yang merupakan salah satu kota paling diminati oleh para wisatawan itu tak memiliki fasilitas pendukung yang lebih masif.
Meski sempat ada penerbangan internasional di Solo, namun fasilitas ini hanya berlangsung ketika ASEAN ParaGames XI dilaksanakan dan setelahnya terhenti.
Untuk itu, ia berencana menghubungi beberapa maskapai penerbangan untuk membuat titik di Solo sebagai penerbangan internasional. Tujuannya agar para wisatawan akan datang ke Solo tanpa harus transit di kota lain.
“Kita akan menambah kapasitas, paling tidak ada Air Asia, Malaysia Air yang sudah menyampaikan keinginannya. Sehingga kita harapkan bisa perlahan kita hadirkan (penerbangan langsung) di Kota Solo,” ujar Sandi saat berkunjung ke Rumah Budaya Kratonan, Solo, Sabtu (5/11/2022).
Sandi menyebut banyak pengguna transportasi udara di wilayan Jawa Timur bagian barat justru masuk lewat jalur penerbangan Solo. Untuk itu keberadaan penerbangan internasional ini harus diwujudkan demi interkonektivitas yang baik.
Selain itu, yang masih disayangkan adalah perbedaan harga tiket di Yogyakarta International Airport (YIA) dan Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo yang cukup jauh. Menurut Sandi, hal itu lantaran harga bahan bakar pesawat saat ini masih tinggi.
“Harga bahan bakar avturnya masih tinggi maka di tiket pasti tinggi. Maka saya mendorong lebih banyak ketersediaan kursi supaya nanti masuk musim liburan tiket harga pesawat lebih terjangkau,” ujarnya.
Tidak dapat dipungkiri bahwa Solo dan Yogyakarta merupakan dua kota yang menjadi referensi banyak orang untuk berwisata. Angka wisatawan pun kian merangkak naik seiring waktu.
“Target wisatawan nusantara 1,4 milliar tahun depan. Baru saja dinaikkan oleh Pak Luhut, saya pertama kalinya melihat angka tahun ini dua kali kita rivisi, pertama 150, kedua 170 juta, dan sekarang bisa tembus 800 juta pergerakan wisatawan nusantara,” katanya.
Peningkatan wisatawan itu tentunya dipengaruhi oleh moda transportasi yang ada di Indonesia. Sandiaga mengungkapkan, 80 persen ditopang transportasi darat, 10 persen transportasi laut, serta 10 persen transportasi udara.
“Solo ini bisa dijangkau oleh transportasi darat yang 80 persen. Untuk destinasi-destinasi baru yang inovatif dan edukatif maka saya apresiasi rumah budaya kratonan, dan saya siap berkolaborasi kedepan,” kata Sandi.









