Elemen Persis Fans Bakal Sambangi Suporter PSIM ke Yogyakarta, Doa Bersama Tragedi Kanjuruhan

oleh
Persis Solo Tarik Diri
Elemen suporter Persis Solo berkumpul di Stadion Manahan untuk menenuhi undangan suporter PSIM di Stadion Mandala Krida Yogyakarta untuk doa bersama atas Tragedi Kanjuruhan, Selasa (4/10/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Berbagai elemen suporter Persis Solo seperti Pasoepati, Surakartans, Ultras 1923, Garis Keras,  Samber Nyawa dan First Mangkoenagoro 1923 akan mengikuti doa bersama suporter PSIM Yogyakarta di Stadion Mandala Krida, Selasa (4/10/2022).

Aksi ini menyusul adanya tragedi Kanjuruhan, pada Sabtu (1/10/2022) lalu yang menewaskan ratusan suporter Arema FC usai bertanding dengan Persebaya.

Koordinator aksi, Mariadi Gondrong menyebut keinginan doa bersama ini muncul dari kedua belah suporter, Persis Solo dan PSIM.

“Itu kan kita dapat undangan ini alhamdulillah tentunya hal yang positif, hal yang baik, bagi kedua belah kubu atau kedua belah suporter antara Brajamusti maupun Pasoepati atau Persisfans, suporter di Solo,” katanya.

Ada ribuan suporter yang akan berangkat dari Stadion Manahan Solo sekira pukul 16.00 WIB. 

“Kita akan hadir, yang hadir lumayan karena kita ada pengawalan kita sudah bikin surat ke Polresta tembusan ke Klaten, Sleman, maupun Yogya. Kalau 500-an ada, Persisfans,” bebernya.

Aksi doa bersama ini jadi awal perdamaian antar suporter PSIM dan Persis Solo. Baginya rivalitas selama 90 menit itu hanya terjadi di dalam lapangan saja.

“Tidak mengesampingkan tragedi Kanjuruhan, kita akan awali perdamaian antar suporter yang ada di Yogya maupun Solo, rivalitas 90 menit di luar lapangan kita tetap sebagai teman, saudara, dan sejawat suporter,” jelasnya.

Gondrong berharap rivalitas kedua suporter yang sudah lama ini harus diakhiri terlebih setelah adanya Tragedi Kanjuruhan yang mematikan. Ia berharap tak ada lagi nyawa yang harus dikorbankan dalam dunia sepak bola.

“Iya, seperti, harapan karena biarpun rivalitas Solo-Jogja sudah lama banget, ini harus diakhiri, kita tidak mau ada korban-korban lagi, karena suporter ini harusnya menunjukan kreativitasnya di lapangan, bukan arogansinya maupun brutalismenya,” terangnya.

Gondrong menilai tragedi Kanjuruhan dapat dijadikan introspeksi antar sesama pihak baik suporter maupun PSSI.

“Bagi kita suporter tidak masalah, biar kita sama-sama introspeksi mungkin PSSI dari pihak keamanan dan suporter, setelah itu selesai semua  baru liga dilanjutkan itu tidak menjadi suatu masalah, sebagai bahan introspeksi bagi semua,” tutur Gondrong.

Gondrong berharap hukuman yang akan diberikan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) dengan membekukan Liga Indonesia selama 8 tahun itu tidak terjadi.

“Semoga jangan sampai, yang terpenting ini kan Timnas lagi gacor-gacornya, terus suporter hiburannya apa,” tandasnya.

Kabar aksi doa bersama iniditanggapi  Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka. Gibran menanggapi aksi ini sebagai kegiatan yang baik. 

“Baik, ya nanti saya tindaklanjuti ya,” kata Gibran.

Sebelumnya ia sempat diminta jadi pihak penengah antara suporter Persis Solo dengan PSIM yang selalu memanas.

“Ketua-ketuanya kan sudah pernah dipanggil, sudah pernah ketemu tapi tidak ada hasilnya habis itu ya tetap berantem, ini memang bukan masalah yang dipanggil elit-elit dan ketua ketuanya saja, yang itu ya harus ikut,” jelas Gibran.

Pihaknya akan memfasilitasi aksi damai kedua suporter sepak bola ini.

“Boleh, silahkan mau ketemu dimana mau bikin acara apa monggo, kalau acaranya positif ya pasti kita dukung,” tambahnya.

Gibran menjadikan tragedi l Kanjuruhan sebagai momen untuk memperdamaikan suporter.

“Ya momen yang baik juga ya, sudah ditunggu saja, yang penting semua inisiatifnya bagus untuk mempertemukan dan mendamaikan,” tukasnya.