SOLO, MettaNEWS – Aset crypto merupakan salah satu pilihan bagi masyarakat dalam berinvestasi. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pelanggan aset crypto di Indonesia saat ini yang telah mencapai 15,1 juta pelanggan per Juni 2022. Di mana pelanggan aset crypto ini, 62% berusia 18-30 tahun.
Seiring bertumbuhnya minat masyarakat dan jumlah investor aset crypto di Indonesia, edukasi dan literasi tentang aset crypto masih dapat dikatakan minim. Banyak masyarakat yang ingin bergabung semata-mata untuk memperoleh keuntungan, namun tidak betul-betul memahami tentang apa itu aset crypto, bagaimana cara kerjanya, apa resikonya dan bagaimana memitigasi risiko tersebut.
Dengan semangat itu, Tokocrypto menghadirkan T-Hub, sebuah inisiatif dalam menciptakan ‘rumah’ yang terbuka bagi seluruh masyarakat untuk berdiskusi dan mengembangkan berbagai ide, guna mendorong perkembangan teknologi dan literasi finansial.
Setelah sukses meluncurkan dua T-Hub di Jakarta dan Bali, Tokocrypto membuka lokasi baru di Kota Solo, Jumat (19/8/2022) bertempat di Jalan Gatot Subroto No. 70 Kemlayan, Solo.
T-Hub Solo by Tokocrypto diresmikan oleh Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga, Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof. Jamal Wiwoho, CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai serta CMO Tokocrypto Nanda Ivens.
“Kementerian Perdagangan gencar memberikan literasi kepada publik, edukasi dan informasi pada masyarakat yang namanya crypto ini bukan alat pembayaran. Crypto itu adalah komoditas, pengaturannya di bawah Kementerian Perdagangan. Jadi crypto itu kita sebutnya crypto aset,” tutur Wakil Menteri Perdagangan, Jerry Sambuaga.
Wamendag Jerry melihat crypto adalah aset yang potensial tetapi pengaturan dan ekosistemnya itu belum ada, jadi kita mulai atur.
“Ini sesuatu yang luar biasa. Sekarang register investornya sudah melampaui 15 juta lebih banyak orang main crypto daripada main bursa efek. Posisi semester I 2022, nilai transaksi aset kripto mencapai Rp 212 triliun,” papar Jerry.
COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan Tokocrypto menghadirkan berbagai inisiatif untuk memperluas adopsi ekosistem blockchain dan aset crypto.
“Selain itu, Kota Solo bisa mengambil peran dan merintis dalam pengembangan blockchain dan crypto untuk mendorong pertumbuhan ekonomi digital,” ujar Manda.
Wakil Wali Kota Surakarta, Teguh Prakosa, menilai langkah Tokocrypto memilih Kota Solo sebagai lokasi baru T-Hub itu sangat baik. Menurutnya, Solo memiliki pertumbuhan perekonomian yang terus meningkat dan memiliki lokasi yang strategis untuk mendorong perluasan adopsi blockchain dan aset crypto secara meluas dan inklusif.
“Dengan penanganan pandemi di Solo yang terus membaik, kami mulai fokus pada pemulihan ekonomi. Untuk itu, dukungan Tokocrypto yang membuka akses pada literasi blockchain dan aset crypto bisa menambah pengetahuan masyarakat dan dimanfaatkan untuk melakukan upaya percepatan ekonomi Solo,” terang Teguh.
Peluncuran T-Hub Solo juga diikuti dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Tokocrypto dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo.
Kemitraan ini menandai komitmen bersama kedua pihak yang berfokus mengangkat lebih banyak riset mengenai ekosistem teknologi blockchain dan aset crypto di Indonesia. Selain itu, menciptakan talenta-talenta baru yang mampu bersaing di industri blockchain.








