Sugiman, kurir agen Titipan Kilat/ Tiki bertemu dengan penerima barang di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah (15/8). Ekspedisi Tiki cukup ekstrem dan menjangkau hingga ke pelosok daerah yang seringkali lebih cepat dibandingkan ekspedisi lainnya. | MettaNews/Bram Selo Agung Mardika
TOKO ONLINE menjadi pilihan yang masuk akal, bahkan sudah menjadi tren gaya hidup dan kebutuhan yang memudahkan bisnis. Saat pandemi Covid-19 membatasi mobilitas dan interaksi antarwarga, dengan toko online yang ditunjang teknologi digital dan jasa kurir terpercaya, sebagian besar masalah pengiriman dan distribusi barang tetap mudah dilakukan.
Fotografer Bram Selo Agung Mardika dari Solo, merekam kegiatan kurir Titipan Kilat (Tiki) yang sudah dikenal di Indonesia sejak awal era 1970.
Jaringan Tiki saat ini memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan, 3.700 gerai dan 6.000 karyawan. Jaringannya mampu memberikan banyak pilihan layanan yang menjangkau sebagian besar desa di Indonesia, hingga pengiriman barang ke mancanegara.
Sugiman, kurir agen Titipan Kilat/ Tiki mengirimkan barang dan mendokumentasikan penerima barang tersebut di ladang Kubis di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah (15/8). Ekspedisi Tiki cukup ekstrem dan menjangkau hingga ke pelosok daerah yang seringkali lebih cepat dibandingkan ekspedisi lainnya. | MettaNews/Bram Selo Agung MardikaSugiman, kurir agen Titipan Kilat/ Tiki beristirahat dan menghubungi pelanggan untuk memastikan lokasi pengiriman barang | MettaNews/Bram Selo Agung MardikaSugiman, kurir agen Titipan Kilat/ Tiki bertemu dengan penerima barang di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah (15/8). Layanan antar barang dengan titik temu di area terdekat memudahkan kurir Tiki bertemu dengan pelanggan yang dituju tanpa harus ke alamat awal pengiriman tentunya kurir harus berkomunikasi dengan penerima paket menggunakan telepon pintar terlebih dahulu | Bram Selo Agung MardikaSugiman, kurir agen Titipan Kilat/ Tiki mengirimkan barang dan mendokumentasikan penerima barang tersebut di ladang Kubis di Ngargoyoso, Karanganyar, Jawa Tengah (15/8). Tiki mengawali bisnis ekspedisi di tahun 1970 an di Jakarta. Hingga saat ini Tiki memiliki lebih dari 500 kantor perwakilan di seluruh pelosok Indonesia. | MettasNews/Bram Selo Agung Mardika