Catat! Mulai 10 Agustus Simpang Joglo Macet Parah, Kendaraan Besar Wajib lewat Tol

oleh
Simpang 7 Joglo
Menhub Budi Karya Sumadi bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka meninjau proyek pembangunan elevated rail atau rel layang Simpang 7 Joglo, Banjarsari, Solo, Minggu (7/8/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – Fase 1 proyek pembangunan elevated rail atau rel layang ganda Solo-Semarang Simpang 7 Joglo, Banjarsari akan selesai pada, Rabu (10/8/2022) mendatang. Fase ini masuk ke dalam paket pekerjaan pembangunan Jembatan Bentang Panjang (Long Span).

Pemenang tender, PT Wijaya Karya (Wika) menggunakan anggaran Rp 280 miliar di fase 1. Pada pekarjaan pengalihan jalur KA (detour track) nantinya ada pengalihan jalur tanggal 10 Agustus mendatang.

Untuk menyiapkan adanya kemacetan lalu lintas, Kementrian Perhubungan dan Pemerintah Kota Solo menyiapkan rekayasa lalu lintas.

Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan pihaknya memastikan lalu lintas dapat berjalan baik.

“Saya dan teman-teman memastikan bahwa lalu lintas Simpang Joglo yang terkenal macetnya dapat berjalan dengan baik kalau pun dalam kegiatan pembangunan,” terang Menhub Budi saat meninjau proyek elevated rail bersama Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming, Minggu (7/8/2022).

Simpang Joglo Semar menjadi persimpangan kereta api yang sangat vital. Menghubungkan Solo, Semarang, Tegal Purwokerto dan Yogyakarta, simpang aglomerasi ini menjadi rel layang terpanjang di Indonesia. Dengan jarak untuk jalur ganda Solo – Kaliosonya sepanjang 1,8 kilometerz

Menggunakan jembatan tipe pelengkung rangka baja komposit. Bentang dari jembatan tersebut adalah sepanjang 220 meter dan tinggi konstruksi 40 meter.

“Kita namanakan Joglo Semar ini favorit bagi warga Jawa Tengah. Ini bisa menghubungkan Kota Solo Semarang Yogyakarta karena nanti warganya saling berkunjung,” katanya.

Pembangunan yang terus berjalan akan berdampak pada kelancaran lalu lintas. Pihaknya meminta Pemkot Solo untuk mengimbau masyarakat akan hal ini.

“Ke depan pembangunan akan semakin intensif dan akan sedikit mengganggu lalu lintas. Oleh karenanya, rekayasa lalu lintas harus disiapkan dan diumumkan kepada masyarakat agar tidak menimbulkan masalah,” tutur Menhub Budi.

Sesuai timeline pengerjaan proyek ini ditargetkan selesai di tahun 2023. Untuk itu pihaknya meminta seluruh pemangku kepentingan dapat berkoordinasi demi tercapainya target.

“Apa yang kami lakukan ini di masa mendatang relatif dan intensif kami bersama-sama dengan Kementrian PUPR

dan Pemda Kota Madya Solo akan bahu membahu menargetkan tahapan pembangunan,” tutur Menhub Budi.

Elevated rail Simpang Joglo akan memiliki jembatan melintang di atas dengan struktur underpass di bawahnya. Megahnya pembangunan ini diharapkan dapat memajukan perkembangan lalu lintas regional Jaw Tengah.

“Di lain sisi kami ingin bahwa kerja sama antara rekan-relan semua Kemenhub dan Kemen PUPR dan Wali Kota juga ada. Semoga ini lancar dan dapat menjadikan satu contoh untuk perkembangan lalu lintas regional Jateng,” tutupnya.

Di kesempatan yang sama, Wali Kota Gibran Rakabuming Raka menyebut pihaknya akan mensosialisasikan adanya kemacetan yang terjadi sebagai akibat pembangunan yang bertahap.

“Kita sudah mempertajam timeline. Mungkin  akan ada kemacetan baru karena pekerjaan sudah akan dimulai. Saya minta warga bersabar dulu, semoga pembangunan bisa selesai sesuai target, yang nantinya justru proyek ini akan meniadakan kemacetan di simpang Joglo yang selalu terjadi bertahun-tahun,” kata Gibran.

Sebelum menuju Fase 2, pada Rabu (10/8) akan ada switch over penutupan total Simpang Joglo pada malam hari selama 2 malam. Kemudian di Fase 2, pengerjaan sub struktur pilar jembatan akan berlangsung dari Agustus hingga Februari 2023.

Akan ada penyempitan jalan satu arah di Jalan Manunggal, Jalan Solo Purwodadi, Jalan Kolonel Sugiyono. Kendaraan berat yang melewati Jalan Solo Purwodadi dan Jalan Kolonel Sugiyono dialihkan menuju tol.