SOLO, MettaNEWS – Industri pariwisata menjadi sektor yang paling terpukul dengan adanya pandemi Covid-19 yang melanda dunia. Bahkan hingga saat ini sektor pariwisata ini belum pulih 100% meskipun sudah mulai terlihat pergerakan positif.
Perlahan bangkit, asosiasi Pelaku Pariwisata Jawa Tengah (PPJT) menjajaki berbagai kerja sama kembali dengan venue-venue lokasi wisata salah satunya Kali Pepe Land yang berada di Boyolali.
Ketua Pelaku Pariwisata Jawa Tengah (PPJT) Abu Rizal mengatakan dalam kondisi saat ini pertumbuhan industri pariwisata menunjukan peningkatan meskipun belum sangat signifikan.
“Ekonomi teman-teman pelaku wisata ini sudah sedikit terobati setelah 2 tahun dipaksa tidur. Ini kesempatan lagi untuk kita tumbuh dan berkembang,” kata Abu Rizal di Kali Pepe Land, Rabu (3/8/2022).
Abu Rizal menyebut saat pandemi banyak investor yang membangun tempat wisata baru dan menambah destinasi pilihan bagi masyarakat.
“Sebetulnya semua terpuruk ya, tapi investor ini melihat peluang dengan jeli. Sehingga pas usai pandemi ini terjadi ledakan orang berwisata yang langsung ditampung oleh destinasi-destinasi baru ini,” ujar Abu Rizal.

Menjajaki kolaborasi dengan Kali Pepe Land, lanjut Abu Rizal menjadi peluang baru bagi pelaku pariwisata khususnya di Solo, sekitarnya dan Jawa Tengah.
“Kali Pepe Land ini jadi pilihan baru di samping wisata yang sudah existing. Pariwisata itu kuncinya adalah kolaborasi, sinergi, maju bersama. Tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” tandasnya.
Senada dengan PPJT, Founder Kali Pepe Land Puspo Wardoyo mengungkapkan pariwisata membawa multiplayer efek dan rantai ekonomi yang sinergi.
“Bisnis pariwisata ituharus berjamaah, kolaborasi dan sinergi. Wisata itu kerja bersama, multiplayer efek tidak bisa bisnis satu pihak saja,” tegas Puspo.
Pemilik Wong Solo Group ini menyebut, sudah saatnya pariwisata Solo mengambil potongan kue dari industri pariwisata Indonesia.
“Selama ini yang dilirik baru Bali, Bandung, Yogya, Malang. Solo belum dilirik, dianggap hanya tempat lewat dan mampir saja,” ungkap Puspo.

Menurut Puspo, dengan adanya destinasi-destinasi wisata di Solo dan sekitarnya yang ditangkap oleh kota lain yang sebelumnya kurang paham potensi wisata di Solo dan sekitarnya bisa dibantu oleh agen-agen wisata seperti PPJT.
“Ini tidak hanya agen wisata, tergabung di dalamnya travel, katering, rumah makan, perhotelan dan lainnya. Ini akan menjadi perputaran bisnis yang sangat besar. Ini saatnya pemerintah membuka diri bisa dengan bagi hasil dengan masyarakat memanfaatkan lahan kosong menjadi pusat bisnis,” pungkas Puspo.










