Sekolah Virtual, Solusi Sementara Masalah PPDB Zonasi di Pasar Kliwon

oleh
SMAN 2 Solo
SMAN 2 Solo di Jl. Monginsidi No.40, Gilingan, Kec. Banjarsari, membuka sekolah virtual bagi siswa Pasar Kliwon, Selasa (5/7/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

SOLO, MettaNEWS – SMAN 2 Solo telah membuka kembali sekolah virtual yang diperuntukkan bagi siswa SMP di Kecamatan Pasar Kliwon, Solo. Sekolah virtual ini dipercaya mampu menjadi solusi bagi mereka yang tak lolos sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur prestasi ataupun zonasi tahun 2022.

Mengingat tak adanya SMAN yang berada di Kecamatan Pasar Kliwon, Pemerintah Kota Solo dan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jateng berupaya memberikan solusi melalui sekolah virtual.

Camat Pasar Kliwon, Ahmad Khoironi yang turut berwenang dalam pengadaan sekolah virtual di wilayahnya mengatakan sistem PPDB online selalu menjadi permasalahan berulang setiap tahunnya.

“Setiap kali musim PPDB permasalahan ini selalu muncul. Karena memang untuk wilayah Pasar Kliwon kita tidak punya SMA dengan sistem zonasi seperti ini pasti anak didik lulusan SMP Pasar Kliwon sangat kesulitan dalam mendapat atau mendaftar di SMAN karena memang dengan sistem zonasi sistem dekat-dekatan,” terang Ahmad Khoironi saat ditemui MettaNEWS, Senin (4/7/2022).

Pada dasarnya anak-anak Pasar Kliwon berkesempatan untuk mengikuti PPDB zonasi di SMAN 1, 2, 3 dan 7 Solo. Namun menurut Roni sistem ini tetap saja menyisakan siswa di Pasar Kliwon yang tak lolos seleksi lantaran kalah saing dengan kecamatan maupun kelurahan setempat.

Tahun ini sekolah virtual SMAN 2 Solo memberikan kuota satu rombongan belajar (rombel) dengan jumlah 36 siswa. Roni mengatakan sekolah virtual ini nantinya dilakukan tanpa seleksi sehingga penutupan pendaftaran hanya akan dilakukan saat kuota terpenuhi.

“Arahan dari Kepala Cabang Dinas yang dari Kaporwil patokannya sama dengan yang kelas biasa PPDB reguler. Kita jatahnya 36 seleksinya selama kuota masih kita buka kalau terpenuhinya tutup walaupun nanti ada yang mendaftar kasih cadangan siapa tahu ada yang mengundurkan diri,” terangnya.

Tak berbeda dengan kelas reguler, pihaknya menyebut setelah siswa diterima nantinya akan mengikuti KBM di SMAN 2 Solo sesuai Surat Edaran (SE) sekolah virtual.

“Seleksi diserahkan ke kecamatan dengan Disdik koordinasi pendaftaran, sana ikut dengan cabdin menentukan 36 siswa itu. Terkait setelah diterima wewenang penuh di SMA 2 karena sesuai arahan tidak ada perbedaan hak dan kewajiban sama yang membedakan dengan tata cara pembelajaran, guru modul sama teknis KBM beda,” jelasnya.

Sekolah virtual ini lahir dari permasalahan zonasi PPDB yang kerap diprotes orang tua maupun wali siswa, sehingga pihaknya terus berusaha agar adanya pembangunan SMA di Pasar Kliwon dapat terwujud

“Selama ini setiap zonasi PPDB banyak masyarakat yang protes di kita, kita sudah sejak sistem zonasi itu dimunculkan sudah sering membuat usulan kaitannya dengan permasalahan dengan pembangunan SMA di wilayah kita,” ucap Roni.

Baginya, sekolah virtual mampu menjadi solusi sementara walaupun dalam segi jumlah tak dapat menampung secara keseluruhan siswa yang tak lolos PPDB.

“Memang belum sangat bahkan tidak memenuhi dengan kuota sejumlah itu belum bisa mencangkup semua. Secara umum karena memang SMAN pun dibilang bisa menampung semua lulusan SMP ya memang tidak bisa karena memang anak lulusannya sebanyak 11 ribu mungkin daya tampung SMA 4 ribu,” sebutnya.