Menteri Investasi Berikan Tambahan Modal Rp 100 Juta untuk Usaha Persewaan Gerobak UMKM Karya Mahasiswa UNS  

oleh
oleh
UMKM
Brizan (mengenakan batik warna putih) dan rekannya memamerkan karyanya persewaan gerobak di ajang road to G20 | Metta News / Puspita

SOLO, Metta NEWS – Pada peninjauan stand UMKM yang dipamerkan di acara Investment Forum (G20) di hotel Alila Solo, Rabu (18/5/2022), Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia memberikan bantuan modal pada salah satu both di pameran UMKM tersebut. 

Stand UMKM yang beruntung mendapat bantuan modal langsung dari Menteri Bahlil ini adalah both penyewaan gerobak untuk berjualan UMKM yang diinisiasi oleh mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS), Brizan Sena Bagaskoro (29 tahun). 

Berbeda dengan gerobak pedagang kaki lima pada umumnya, gerobak yang disewakan Brizan dilengkapi dengan tambahan energi listrik alternatif yang menggunakan bahan  bakar briket. 

Ketika standnya dikunjungi oleh Menteri Bahlil, Brizan menjelaskan secara detail usaha persewaan gerobak jualan itu. Mendapat penjelasan gamblang, Bahlil memberikan respon yang sangat positif terhadap karya mahasiswa Pasca Sarjana UNS tersebut. 

“Berapa modal awal untuk membuat gerobak ini? Sekarang jumlah gerobak yang disewakan apakah sudah cukup atau masih mau nambah?,” tanya Menteri Bahlil. 

“Perlu nambah lagi pak. Saat ini yang kita butuhkan sekitar 10-15 gerobak lagi. Butuh modal sekitar 200-300 juta rupiah karena ada yang perlu kami kembangkan,” jawab brizan. 

Saat mengetahui Brizan yang masih berstatus mahasiswa, bahlil langsung memberikan bantuan modal sebesar Rp 100 juta untuk mengembangkan produknya itu. Bahkan Menteri Bahlil menegaskan bantuan modal tersebut bukan dari gajinya sebagai menteri melainkan uang dari perusahaannya pribadi. 

“Oh masih mahasiswa ya?, aku bantu kamu modal Rp 100 juta ya. Benar mahasiswa kan, nanti tak bantu Rp 100 juta ya. Tapi ini bukan menteri yang bantu, perusahaan saya dulu yang bantu. Kalau dari gaji menteri nggak cukup,” selorohnya. 

Brizan menjelaskan usaha penyewaan gerobak itu guna membantu para pelaku usaha UMKM. Apalagi bagi para pelaku usaha yang membuka usahanya saat malam hari, tentunya membutuhkan energi listrik, minimal untuk penerangan. 

“Jadi ini nanti kita bisa selain menekan dari biaya yang dikeluarkan sama UMKM kan kalau angkringan, kan membutuhkan energi listrik, biasanya kan ngambil dari trafo atau rumah warga sekitar kita jadi bisa menghasilkan listrik sendiri tanpa perlu membuat listrik yang dipakai,” tandas Brizan. 

Brizan membuat usaha penyewaan gerobak itu sudah berjalan semenjak 2 hingga 3 tahun lalu. 

Dalam kurun waktu tersebut, Brizan sudah mempunyai 10 gerobak yang sudah disewakan hingga ke beberapa kota. 

“Sudah ada 10 gerobak yang disewakan di beberapa wilayah, diantaranya Sukoharjo, Pekalongan, Salatiga, dan Yogyakarta,” ujarnya.

Tidak mematok harga tinggi, Brizan mengungkapkan untuk harga sewa gerobak antara Rp10.000,- hingga Rp15.000,-.

“Karena tujuan kita juga untuk membantu UMKM, jadi tidak memberikan beban biaya yang tinggi. Jadi sistemnya kontrak minimal 6 bulan untuk menyewa gerobaknya, setelah itu bisa diperpanjang. Nanti setelah 1,5 sampai 2 tahun itu gerobak kita serahkan kepada penyewa itu tadi,” terangnya. 

Dengan bantuan modal sebesar Rp100 juta yang diberikan oleh Bahlil, Brizan mengaku akan mengembangkan produk agar lebih baik lagi dan menambah jumlah gerobak. 

“Kami akan menambah produk sewa gerobak, ini yang dibutuhkan para UMKM. Selain grobak kami juga menambah rakitan tenaga listrik untuk penerangan ketika mereka berjualan di malam hari,” pungkas Brizan.