SOLO, MettaNEWS – Pemerintah melalui Kementrian Sosial (Kemensos) menggelontorkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) pengalihan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) sekitar Rp 24,17 triliun. Pendistribusian bantuan sosial ini mulai dilakukan per September 2022.
Seiring dengan pernyataan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang mengunumkan harga BBM naik, di antaranya BBM subsidi seperti Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter, kemudian Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp 6.800 per liter, Pertamax nonsubsidi dari Rp 12.500 per liter menjadi Rp 14.500 per liter.
Oleh sebab itu, pemerintah akan menyalurkan bantuan sosial kepada 20,65 juta keluarga kurang mampu.
“Diberikan kepada 20,65 juta keluarga yang kurang mampu sebesar Rp150.000 per bulan,” kata Presiden Jokowi dalam konferensi pers di Istana Merdeka, Sabtu (3/9/2022).
Jokowi memastikan BLT BBM Subsidi mulai diberikan bulan ini selama 4 bulan. Itu artinya, warga kurang mampu akan mendapatkan bantuan Rp 600 ribu.
Menindaklanjuti instruksi Pemerintah Pusat, Kepala Kantor Pos Besar Solo, Muhammad Syarkawi mengatakan BLT BBM akan segera disalurkan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kota Solo mulai Selasa (6/9/2022).
“Skemanya sama saat pembagian BLT minyak goreng dulu, dibagikan mulai Selasa besok,” kata Syarkawi kepada MettaNEWS, Minggu (4/9/2022).
Syarkawi mengungkapkan, untuk KPM BLT BBM Kota Solo ada sekitar 63 ribu penerima. Penyaluran akan dilakukan melalui dua tahap.
“Tahap pertama dimulai besok Selasa itu, besarannya sekitar Rp 300 Ribu dan tahap kedua akan dibagikan pada bulan November,” ujarnya.
BLT BBM tahap pertama disalurkan September ini, sementara tahap kedua dilakukan pada November mendatang dengan besaran yang sama Rp 300 ribu/KPM. Adapun penerima bantuan sosial ini sama dengan penerima BLT sebelumnya yakni BLT minyak goreng.
“Sama seperti kemarin untuk penerima, mungkin ada data yang hilang karena meninggal dunia,” ucapnya.
Lebih lanjut Syarkawi memaparkan lokasi pembagian BLT BBM dilakukan di Kantor Pos dan kelurahan-kelurahan setempat.
“Untuk 63 Ribu KPM kita targetkan selesai dalam 10 hari,” tukasnya.







