SOLO, MettaNEWS – Dalam beberapa waktu terakhir, kasus kebakaran di Solo mengalami peningkatan. Ketersediaan armada pemadam kebakaran juga dirasa belum dapat memenuhi kebutuhan saat terjadi bencana tersebut.
Melansir dari berbagai sumber, ada 6.000 titik rawan kebakaran di Kota Solo yang sebagian besar disebabkan karena tingginya angka kelalaian dalam penggunaan listrik.
Berangkat dari hal itu, Palang Merah Indonesia (PMI) Solo, organisasi yang bergerak di bidang kemanusiaan berupaya untuk membantu menangani kasus kebakaran melalui penyediaan truk tangki.
Tiga truk yang dimiliki sebelumnya dirasa masih kurang untuk percepatan penanganan kebakaran, hingga pada Sabtu (28/5) PMI Solo menambah armada satu truk tangki hasil donasi dari LIONS Club Solo Bengawan dan CV. Wijaya Baru melalui Metta Media.
Sekertaris PMI Solo, Sumartono Hadinoto menyampaikan, kerja sama dan koordinasi dengan berbagai pihak terus diupayakan untuk kemajuan Kota Solo.
“Sekaligus dalam rangka meningkatkan komunikasi antar lembaga agar laporan ataupun aduan masyarakat dapat secara cepat direspon dan ditindak lanjuti,” ucap Sumartono usai acara penyerahan bantuan truk tangki, Sabtu (28/5/2022).
Telah memiliki 4 armada truk tangki, PMI Solo mampu menambah pasokan air saat tanggap darurat bencana kebakaran.
“Sehingga petugas Dinas Pemadam Kebakatan (Damkar) dan mobil pemadam kebakaran dapat secara fokus memadamkan api dan dengan begitu harapan kami api dapat dipadamkan secara cepat dan tepat,” ucapnya.
“Jadi tangki ini kelihatannya akan bermanfaat sepanjang tahun; pertama kita gunakan saat kekeringan, kedua saat bencana yang tidak kita inginkan, ketiga kami akan kerja sama dengan Damkar, karena Damkar waktu kebakaran dari posko menuju kebakaran itu butuh waktu, [pun] pada saat nyemprot air nggak sampai 15 menit habis, nah kalau kita support, airnya nggak berhenti apinya akan padam,” sebut Sumartono.
Berdasarkan data yang dihimpun MettaNEWS, ribuan potensi rawan kebakaran di Solo meliputi tempat usaha katering, warung makan, dan permukiman dengan penggunaan listrik yang tinggi.
“Untuk itu melalui Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (SIBAT) yang telah tersebar di seluruh kelurahan di kota solo kami juga turut bantu dalam mensosialisasikan, memberikan pelatihan serta simulasi pemadaman ringan,” tambahnya.
Selain berharap tidak ada kasus kebakaran lagi di Solo, dengan kedua upaya dari PMI Solo harapannya dapat minimalisir kemungkinan terjadi kebakaran. Dan jika terjadi kebakaran dapat dipadamkan dengan cepat dan tepat.
Sementara itu, Presiden Lions Club Solo Bengawan, Budhi Utomo berharap kedepannya dengan adanya tambahan armada truk tangki bisa membawa manfaat bagi masyarakat Solo dan sekitarnya.
“Inilah fungsi Lions Club Solo Bengawan, menebar manfaat bagi masyarakat. Melalui donasi truk tangki ini, semoga Lions Club Solo Bengawan dan PMI Kota Surakarta bisa terus menjalin kerjasama yang bermanfaat bagi masyarakat,” ucap Budhi.
Kerjasama antara keduanya ini bukanlah kali pertama, sebelumnya Lions Club dan PMI Solo telah bekerjasama mendirikan Klinik Hemodialisa dan juga armada ambulance VIP.
Di sisi lain, Teddy Wijaya, Direktur Utama sekaligus pemilik CV. Wijaya Baru Karoseri mengaku senang bisa turut andil dalam aksi kemanusiaan ini.
“Jujur, ini sebuah kebanggan bagi kami dapat menjadi bagian dari aksi kemanusiaan yang dilakukan oleh Lions Club Solo Bengawan dan PMI Kota Surakarta. Semoga kerjasama ini bisa membawa manfaat bagi kita semua dan seluruh masyarakat Kota Surakarta khususnya,” tutur Teddy.
Dengan adanya bantuan ini, semua pihak pun berharap agar dapat memberi inspirasi bagi instansi lain yang ingin bergerak bersama di ladang amal PMI Solo.








