6.900 Kamar Hotel di Solo Sekitarnya Terpesan untuk Muktamar ke-48 Muhammadiyah

oleh
fave hotel solo
Favehotel Manahan Solo dan Solo Baru, berhasil raih penghargaan Travelers’ Choice Awards 2022 dari TripAdvisor | dok favehotel Solo

SOLO, MettaNEWS – Musyawarah tertinggi Muktamar Muhammadiyah Aisyiyah ke-48 pada 18-20 November 2022 diprediksi bakal dihadiri 3 juta umat muslim dari segala penjuru Tanah Air. Jumlah ini membuat hotel di Solo dan Karanganyar kecipratan reservasi.

Humas Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sistho A Srestho mengatakan setidaknya 6.900 kamar hotel di Solo telah fullbooked hingga hari ini, Kamis (29/9).

“Hampir semuanya penuh karena yang dipakai sekitar 8 ribu sampai 9 ribu tamu menginap apalagi ada wacana hingga 3 juta pendatang. Dengan angka segitu seharusnya homestay akan digunakan,” kata Sistho.

Sistho menuturkan sejumlah hotel di Joglo Semar (Jogja, Solo dan Semarang) banyak dimanfaatkan peserta, perwakilan Muhammadiyah per daerah dan penggembira Muktamar ke-48.

“Kemungkinan hotel yang dekat dengan Solo juga akan kecipratan, ada arahan dari Pak Wali Kota Gibran kalau memang ada yang tidak dapat kamar maka beberapa menteri akan lari ke Semarang,” jelasnya.

Waktu tempuh dari Semarang ke Solo selama 1 jam  memungkinkan sebagai alternatif lokasi penginapan. Sama halnya saat event ASEAN Para Games Agustus lalu.

“Karena keterbatasan jumlah kamar jadi kita rekomendasikan ke Semarang. Kita akan memantau apabila ada kesulitan, namun karena harga setiap hotel berbeda-beda maka sistem direct ke hotel dirasa lebih baik karena tamu bisa langsung membayar, bisa langsung booking,” jelasnya.

Kurang mencukupinya jumlah hotel dengan banyaknya tamu Muktamar yang datang maka sejumlah homestay akan dimanfaatkan. 

“Dari asosiasi homestay akan dilibatkan. Pesan kami kepada rumah-rumah yang akan dijadikan homestay atau tempat penginapan  mari kita memberikan  pelayanan yang terbaik,” ujar Sistho.

Baginya tidak mudah menjadikan rumah sebagai lokasi penginapan. Aspek kenyamanan dan keamanan harus diperhatikan. Untuk itu ia secara terbuka menerima konsultasi untuk rumah warga yang akan disulap jadi homestay agar mampu menjadi tempat layak huni.

“Jangan sampai dalam pagelaran ini nama Kota Solo ini menjadi buruk, nah ini yang  tidak dikehendaki. Sehingga langkah bijaknya apabila yang ingin menjadikan rumahnya sebagai penginapan sementara berkonsultasi juga kepada kami,” terangnya.

Selain itu, Sistho membeberkan banyaknya hotel yang direservasi berdampak pada penyesuaian kenaikan harga kamar khususnya hotel yang semua kamarnya dibooking khusus untuk event Muktamar.

“Kalau dibilang naik sebetulnya kita sampaikan penyesuaian, hotel kan ada kamar yang, F&B yang terbesar untuk presentasi yakni meeting atau mise. Dengan begitu kawan-kawan hotel melakukan perhitungan ulang bagaimana agar revenue yang kosong paling tidak dibantu dari kamar yang dipesan saat Muktamar, maka ada penyesuaian harga disana,“ tukasnya.

Sebagai informasi Muktamar Muhammadiyah ke-48 bakal memanfaatkan dua lokasi di Solo yakni Stadion Manahan sebagai venue pembuka pada (18/10), lanjut penyampaian program dan risalah pada (19/10) di Edutoroum Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Di hari terakhir (20/10) terdapat agenda Muktamar Fair di De Tjolomadoe, Colomadu, Karanganyar.