BOYOLALI, MettaNEWS – Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi memberikan penghormatan kepada petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, hingga penyandang disabilitas yang dinilai menjadi penggerak utama pembangunan Jawa Tengah.
Apresiasi tersebut disampaikan Ahmad Luthfi saat menjadi inspektur upacara Hari Jadi ke-81 Jawa Tengah di Alun-Alun Kidul Kabupaten Boyolali, Rabu (19/8/2026). Momentum tersebut sekaligus menandai 545 hari kepemimpinan Ahmad Luthfi bersama Wakil Gubernur Taj Yasin Maimoen.
“Ini sudah 545 hari menemani panjenengan sedaya. Saya dengan Gus Yasin untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik bagi Jawa Tengah,” kata Luthfi dalam sambutannya.
Menurut Luthfi, pembangunan Jawa Tengah tidak hanya berlangsung di ruang pemerintahan. Berbagai capaian dalam penurunan pengangguran, peningkatan investasi, produksi pangan, hingga pengurangan kemiskinan tidak terlepas dari kerja keras masyarakat.
Ia menilai denyut pembangunan justru banyak berlangsung di desa, sawah, pabrik, sekolah, pasar, fasilitas kesehatan, hingga ruang-ruang usaha masyarakat.
Karena itu, dalam upacara HUT ke-81 Jawa Tengah tersebut, perwakilan petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, dan penyandang disabilitas turut dihadirkan secara khusus.
Mereka disebut sebagai bagian penting dari perjalanan pembangunan Jawa Tengah. Meski tidak seluruh kerja keras mereka terlihat atau tercatat dalam statistik, dampaknya dirasakan masyarakat luas.
“Atas nama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah dan seluruh masyarakat Jawa Tengah, dari lubuk hati kami yang paling dalam saya mengucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya atas kerja sama dan kontribusi panjenengan semuanya,” ujar Luthfi.
Petani Jadi Penyangga Pangan Jawa Tengah
Salah satu kelompok yang mendapat sorotan khusus adalah petani. Luthfi menilai kerja keras petani memiliki peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan Jawa Tengah dan nasional.
Pada 2025, produksi padi Jawa Tengah mencapai sekitar 9,39 juta ton. Sementara hingga 2026, produksi gabah kering giling telah mencapai sekitar 6,74 juta ton.
Menurut Luthfi, angka tersebut bukan sekadar statistik. Di baliknya terdapat kerja keras petani yang terus mengolah lahan dan menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat.
“Kalau petani kita bekerja keras, maka kita yang diberi amanah memimpin Jawa Tengah juga harus bekerja keras sampai di tingkat desa,” tegasnya.
Pengangguran dan Kemiskinan Turun
Luthfi juga memaparkan sejumlah indikator pembangunan Jawa Tengah selama periode kepemimpinannya.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Tengah disebut turun dari 4,33 persen menjadi 4,24 persen. Dalam periode tersebut, sekitar 460 ribu orang tercatat mendapatkan pekerjaan.
Sementara dari sisi investasi, realisasi investasi Jawa Tengah hingga semester pertama 2026 mencapai Rp59,94 triliun. Pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah juga tercatat mencapai 5,80 persen.
Perbaikan ekonomi tersebut turut diikuti penurunan angka kemiskinan. Persentase penduduk miskin Jawa Tengah disebut turun menjadi 9,21 persen.
Namun, Luthfi menegaskan pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka statistik. Pembangunan harus memberikan dampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat.
“Pertumbuhan ekonomi harus bermuara pada peningkatan kualitas hidup masyarakat,” ujarnya.
Karena itu, pembangunan diarahkan untuk memperkuat akses masyarakat terhadap kebutuhan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga perumahan.
Pendidikan hingga Kesehatan Terus Diperkuat
Di sektor pendidikan, Pemprov Jawa Tengah menggratiskan biaya pendidikan bagi 231.724 siswa sekolah negeri dan sekitar 5.004 siswa sekolah swasta.
Pemerintah juga memberikan beasiswa kepada siswa tidak mampu, termasuk 10.000 siswa dari keluarga miskin. Selain itu, sebanyak 282 sekolah direhabilitasi dan sembilan sekolah baru dibangun.
Di bidang kesehatan, program pemeriksaan kesehatan gratis telah menjangkau sekitar 21 juta masyarakat.
Sementara sektor perumahan juga menjadi perhatian. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mencatat telah menuntaskan sekitar 339.963 unit backlog perumahan.
Dukungan terhadap program nasional juga terus diperkuat. Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau sekitar 9 juta penerima manfaat melalui 4.382 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Selain itu, sebanyak 14 Sekolah Rakyat telah direalisasikan dengan total 1.275 siswa. Sedangkan Koperasi Desa Merah Putih telah terbentuk sebanyak 8.523 unit, dengan 6.271 unit di antaranya telah beroperasi.
Pembangunan Jateng Adalah Estafet
Memasuki usia ke-81, Luthfi mengingatkan bahwa pembangunan Jawa Tengah bukan pekerjaan satu pemerintahan saja.
Menurutnya, capaian yang dirasakan masyarakat saat ini merupakan hasil estafet pembangunan yang telah dilakukan oleh 15 gubernur Jawa Tengah sebelumnya.
Setiap pemerintahan, kata Luthfi, memiliki tantangan dan persoalan masing-masing. Karena itu, capaian yang sudah diraih harus menjadi pijakan untuk melanjutkan berbagai pekerjaan yang masih belum selesai.
“Boleh jadi tidak semua perjuangan panjenengan terlihat, tidak semua kerja keras tercatat. Namun manfaatnya dirasakan oleh jutaan masyarakat Jawa Tengah,” katanya.
Luthfi mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan pemerintah. Namun, ia meminta seluruh elemen masyarakat menjaga optimisme dan semangat bekerja bersama.
Gumregut Nyawiji Jadi Energi Pembangunan
Luthfi berharap tema HUT ke-81 Jawa Tengah, “Wolung Puluh Siji, Gumregut Nyawiji”, tidak berhenti sebagai slogan peringatan hari jadi.
Semangat tersebut, menurutnya, harus menjadi energi bersama untuk mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Jawa Tengah.
“Memang belum banyak capaian yang bisa kami berikan, tapi saya yakin dengan tekad gumregut dan nyawiji akan banyak hal yang dapat kita capai di tahun-tahun selanjutnya,” ungkap Luthfi.
Ia menegaskan, keberhasilan pembangunan Jawa Tengah ke depan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat. Pemerintah, petani, buruh, pelaku UMKM, guru, tenaga kesehatan, pemuda, penyandang disabilitas, serta berbagai kelompok masyarakat lainnya memiliki peran yang sama dalam menggerakkan Jawa Tengah menuju kehidupan yang lebih sejahtera.








