SOLO, MettaNEWS – Event budaya Solo Menari dalam rangka memperingati Hari Tari Dunia atau World Dance Day akan digelar pada Sabtu 29 April 2023.
Event ini akan berlangsung sejak pagi pukul 07.00 WIB-21.00 WIB. Menggunakan beberapa lokasi berbeda. Tari masal Bedhayan Naradita berlangsung di Koridor Ngarsapura pukul 07.00 WIB.
Kauman menari fashion and dance di Kampung Wisata Batik Kauman pukul 14.30 WIB. Gelar tari rakyat Plaza Balai Kota Solo pukul 19.00 WIB.
Ramayana Pasar Gede pukul 13.00 WIB. Modern dance performance pukul 18.00 WIB. Urban street dance performance Kawasan Gatsu pukul 21.00 WIB.
Salah satu yang menarik ialah tari massal Bedhayan Naradipta. Tari massal ini melibatkan sanggar tari Kota Solo maupun penari senior.
Penanggung Jawab Solo Menari, Heru Mataya mengatakan masyarakat juga bisa ikut menari di tari Bedhayan.
“Saat ini sudah 700 orang yang terdaftar ikut tari bedhayan dari berbagai orang luar kota tidak hanya orang Solo,” ujar Heru ketika jumpa pers, Rabu (13/4/2023).
Panitia penyelenggara bersama Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Solo membuka secara umum bagi siapapun yang ingin bergabung dalam tari massal ini.
“Kita open call, Semarang Jogja Jakarta, program ini terbuka dan siapapun bisa menari di tari Bedhayan,” imbuh dia.
Peserta yang bergabung akan mendapat tutorial bagaimana memakai kostum tari Bedhaya. Heru memprediksi Koridor Ngarsapura akan dipenuhi ribuan penari.
“Tari massal Bedhaya di Ngarsapura jam 7 pagi nanti jadi lautan penari di Koridor Ngarsapura,” kata Heru.
Ajak Gibran Selvi Ikut Solo Menari
Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka dan Selvi Ananda rencananya akan terlibat dalam menyemarakkan tari massal Bedhaya.
“Kita harapkan bapak Wali Kota dan Ibu Selvi bisa ikut menari di program ini. Di samping ada tamu undangan yang bisa ikut dalam pembukaan tari Bedhayan Naradita massal,” ujar dia.
Program Solo Menari Hari Tari Dunia merayakan, World Dance Day sudah berlangsung 15 tahun.
Pada 29 April hampir seluruh perguruan tinggi Indonesia juga bakal menggelar perayaan hari tari.
“Suatu perayaan merayakan tari di berbagai tempat di Indonesia. Kebetulan di Solo ada 2 yang berkaitan dengan tari dunia, ISI Surakarta mereka punya program 24 jam menari,” pungkasnya.







