Hari Tari Dunia, Ahmad Mahendra: Seni Tari Bukan Sekadar Seremonial, Tapi Wadah Ekspresi dan Diplomasi Budaya

oleh
oleh
Perayaan Hari Tari Dunia, 24 Jam Menari ISI Solo 2025 mengusung tema “The Land of Thousands Kingdom | MettaNEWS / Puspita

SOLO, MettaNEWS — Direktur Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan, Ahmad Mahendra, menegaskan bahwa seni tari memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah bangsa, bukan sekadar praktik seremonial. Hal itu disampaikannya dalam sambutan pembukaan Perayaan Hari Tari Dunia, 24 Jam Menari ISI Solo 2025 yang mengusung tema “The Land of Thousands Kingdom”.

Pidato Ahmad Mahendra yang dibacakan oleh Sekretaris Direktorat Jenderal, Judi Wahjudin, menyampaikan bahwa seni tari adalah media ekspresi budaya, sarana produksi pengetahuan, pembawa nilai-nilai kemanusiaan, hingga alat diplomasi budaya Indonesia.

“Masyarakat perlu memahami bahwa setiap gerak tari membawa pesan edukasi, memperkaya ekspresi budaya, dan memperkokoh identitas bangsa,” ujar Mahendra.

Ahmad Mahendra juga memberikan apresiasi tinggi terhadap ISI Solo yang berhasil menggelar 24 Jam Menari ke-19 dengan kemasan artistik dan estetik luar biasa. Kolaborasi puluhan kelompok tari dari berbagai daerah di Indonesia dan sejumlah negara menunjukkan betapa seriusnya persiapan acara ini. Tidak hanya itu, keterlibatan UMKM dalam mendukung acara turut memperlihatkan bahwa seni tari mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi masyarakat.

Rektor ISI Solo, Dr. I Nyoman Sukerna, dalam sambutannya mengungkapkan bahwa dunia tari berakar kuat dari patronasi budaya kerajaan-kerajaan masa lampau. Kini, melalui perayaan 24 Jam Menari, ribuan “kerajaan” budaya itu berkumpul dan bergerak bersama merayakan kekayaan warisan leluhur.

“Merayakan Hari Tari Dunia bukan hanya tentang mempertahankan warisan, tapi juga tentang mengembangkan dan menjaga keberagaman seni tari sebagai bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita,” tutur Nyoman Sukerna.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak, sponsor, dan pendukung acara yang telah membuat gelaran 24 Jam Menari ISI Solo 2025 berjalan sukses dan lancar.

“Semangat pelestarian seni tari ini diharapkan terus menyala, menginspirasi, dan menyatukan masyarakat Indonesia melalui kekayaan budaya yang membanggakan,” pungkasnya.