17 Tahun Hari Tari Dunia Hadirkan Garda The Musical Gandeng Widi Mulia dan Dwi Sasono

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Setelah sempat tertatih saat pandemi, Pemerintah Kota Surakarta bersama Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta kembali memperingati Hari Tari Dunia atau World Dance Day (WDD).

Pagelaran 24 Jam Menari ISI Surakarta pada tahun 2023 telah menginjak usia ke 17 tahun.

Agenda WDD tahun 2023 menjadi lebih special dengan menghadirkan 2 karya pada pertunjukan primetime, Garda the Musical karya Eko Supriyanto dan Pergelaran 4 Keraton turunan Kerajaan Mataram yang ada di Jawa,. Yaitu Kasunanan Surakarta, Kasultanan Yogyakarta, Pura Mangkunegaran Surakarta, dan Pura Pakualam Yogyakarta.

Eko mengatakan, pertunjukan “Garda the Musical” akan berlangsung pada 29 April 2023 pukul 19.30 WIB di Teater Besar ISI Surakarta.

“Garda adalah padanan dari garuda, seekor burung pemberani yang kemudian diangkat oleh para pendiri bangsa menjadi lambang NKRI. Garuda menurut mitos Hindu adalah kendaraan Dewa Wisnu. Burung Garuda sangat mirip dengan Elang Jawa.  Karya ini terilhami oleh kehidupan dunia burung yang ada di Nusantara,” ungkap Eko pada pers conference Garda The Musical, Selasa (11/4/2023).

Eko mengungkapkan, gagasan garap karya ini adalah me-manusia-kan burung. Artinya manusia tidak meniru seperti burung. Tetapi memberi nilai kepada karakter karakter burung untuk menyuarakan kemanusiaan.

“Garda sebagai wujud kebijaksanaan mengelola harmonisasi alam, dengan ‘pusaka’ cahaya delima, menyingkirkan kejahatan,” tutur Eko.

Pertunjukan ini adalah kerjasama antara Jurusan Tari Fakultas Seni Pertunjukan ISI Surakarta dengan EkosDance Company Solo. Didukung oleh penari dan actor mahasiswa dari dua Fakultas, FSP dan FSRD ISI Surakarta. Serta diperkuat oleh 3 artis multitalenta, Dwi Sasono, Widi Mulia, dan Beyon Destiano.

Widi Mulia menambahkan Garda The Musical memberikan wawasan tari tradisional dari berbagai daerah.

“Akhirnya saya berkesempatan bisa bekerja sama dengan mas Eko. Melihat mas Eko berkarya dengan teman-teman. Garda The Musical ini harus komplit. Bisa nari, nyanyi, akting. Ini kerja tim indahnya berkolaborasi,” tutur Widi.

Widi juga menyatakan kekagumannya pada Eko Supriyanto. Bagaimana Eko menyatukan kunci-kunci kebudayaan menjadi satu musical tari,” ujar Widi.

Tahun 2023 Hari Tari Dunia mencoba mengulang hiruk pikuk penyelenggaraan pesta tari dengan hastag #gegaramenari tahun 2019. Dengan memperluas jejaring dan relasi menyuarakan kebanggaan insan tari bersama stake holder.

Pesta pertunjukan tari masih mempertahankan gelaran tari di berbagai venue dan beberapa penari yang menari selama 24 Jam nonstop. Dari sisi kualitas pertunjukan, panitia berusaha memberikan yang terbaik kepada seluruh penonton dengan beberapa karya yang melewati kurasi oleh tim kurator.

Peserta yang telah terdaftar lebih dari 150 kelompok yang datang dari berbagai wilayah di Indonesia dan 1 dari Negara Malaysia. Mereka akan dipergelarkan secara bergantian di 5 venue selama 24 Jam nonstop, mulai tanggal 29 April 2023 pukul 06.00 hingga pukul 06.00 tanggal 30 April 2023.