SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 120 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari Solo Raya mengikuti Workshop UMKM Tangguh, Ekonomi Tumbuh dengan tema Brand Lokal, Nafas Panjang: Membangun Branding UMKM yang Konsisten dan Berkelanjutan. yang digelar Diplomat Success Challenge (DSC) Season 16 di Multifunction Hall Radya Litera Griya Solopos, Kamis (14/8/2025).
Acara ini menghadirkan narasumber berpengalaman, antara lain Konsultan Brand Arto Biantoro, CMO & Co-Founder MR Epple Marcell Radiktya, dan Founder Creative Space sekaligus DSC Representative, Joko Purwono. Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, juga hadir memberikan keynote speech.
Astrid menyatakan bahwa pelatihan ini sejalan dengan program prioritas daerah Asta Cita Surakarta, khususnya poin kedua terkait penguatan daya saing UMKM berbasis ekosistem bisnis.
“UMKM harus belajar manajemen, strategi pemasaran, hingga pengembangan produk. Harapannya, UMKM berbasis rumah tangga siap berkolaborasi dengan industri,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya kewirausahaan berkelanjutan dan pemanfaatan potensi lokal tanpa mengabaikan prinsip ramah lingkungan. Pemateri Joko Purwono mengajak pelaku UMKM Solo untuk mengangkat ciri khas daerah dalam setiap produk.
“Brand itu seperti anak, harus dirawat. Meski produk bisa dipasarkan nasional, tetap harus ada nuansa Solo, misalnya motif batik pada kemasan, dan meminimalkan limbah. Kualitas harus konsisten meski permintaan meningkat,” pesannya.
Ia juga membocorkan rencana pembuatan “koridor kuliner khas Solo” yang akan menampilkan kopi, teh, dan kuliner lokal, lengkap dengan panggung musik bagi seniman daerah. Sementara itu, Arto Biantoro menegaskan bahwa branding yang kuat menjadi kunci UMKM untuk bersaing.
“Unik saja tidak cukup, kualitas harus terjaga. Jangan sampai saat permintaan naik, kualitas menurun. Kalau tidak sanggup memenuhi pesanan besar, sebaiknya jujur dan fokus pada kapasitas yang ada,” katanya.
Selain materi pengembangan bisnis, peserta juga mendapat informasi mengenai kompetisi DSC Season 16 yang menawarkan total dana hibah Rp2,5 miliar. Program ini konsisten mencetak pebisnis berdampak positif bagi masyarakat. Salah satu peserta, Siti Romlah dari Boyolali, mengaku tertarik mengikuti kompetisi tersebut.
“Banyak informasi di sini yang bermanfaat untuk bekal usaha saya,” ujarnya.
DSC Season 16 hadir di tengah dinamika perekonomian Indonesia, dengan tujuan memunculkan ide-ide cemerlang pelaku usaha dan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional agar tetap positif.







