SOLO, MettaNEWS – Jelang ngunduh mantu Presiden RI Joko Widodo, diadakan apel gelar pasukan pernikahan putra Presiden Jokowi di halaman parkir Stadion Manahan, Rabu (7/12/2022).
Apel gelar pasukan dipimpin Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II, Marsdya TNI Andyawan Martono, Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Widi Prasetijono dan Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi.
Pada apel gelar pasukan tersebut, Pangkogabwilhan Andyawan mengatakan sebanyak 10.800 personel keamanan gabungan disiapkan untuk mengamankan jalannya pesta pernikahan putra Presiden Joko Widodo di Solo dan Yogyakarta.
“Total Yogyakarta sama Solo sekitar 10.800 personel lengkap dengan peralatan. Kita antisipasi supaya tidak terjadi hal-hal buruk. Kita juga sosialisasikan ke masyarakat Yogya dan Solo juga jalur yang dilewati seperti Boyolali, Karanganyar, Klaten, Prambanan, Sukoharjo kami mohon kerja sama nya,” kata Marsdya TNI Andyawan.

Marsdya TNI Andyawan juga menekankan masing-masing personel harus bertanggung jawab pada pos nya masing-masing.
“Kantong-kantong penjagaan sudah kita siapkan. Jangan sampai personel lepas dari kantong yang menjadi tanggung jawab masing-masing personel,” tegas Marsdya TNI Andyawan.
Marsdya TNI Andyawan juga menegaskan masing-masing personel harus menguasai tugas pokok fungsi masing-masing dan bertanggung jawab secara profesional.
“Personel harus tahu tugas dan tanggung jawabnya, harus tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan serta laksanakan tugas dengan kearifan lokal penuh humanisme pada masyarakat,” tandasnya.

Apel gabungan tersebut selain dari TNI dan Polri, juga melibatkan shakeholder terkait seperti dari Satpol-PP, Pemadaman Kebakaran, PLN, dan sebagainya yang bergabung menjadi satu dalam pengamanan ini.
Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi menambahkan, Kegiatan Kepolisian Yang Ditingkatkan (KKYT) akan diberlakukan selama acara keluarga Presiden berlangsung baik di Yogyakarta maupun di Solo.
“Persiapan seluruh jajaran sudah kita laksanakan sejak beberapa waktu lalu. H-7 kemarin sudah kita tingkatkan termasuk penebalan-penebalan di titik tertentu,” terang Kapolda.

Irjen Ahmad Lutfi mengungkapkan, peningkatan pengamanan yang sudah menjadi kewajiban Polri ini dilakukan dengan detail.
“Menjadi kewajiban kita dan prinsip tidak ada sejengkal tanahpun yang tidak kita awasi dan negara tidak boleh kalah dengan tindak pidana terorisme. Dan saya sebagai Kapolda jamin tentang keamanan ini,” pungkasnya.










