SOLO, MettaNEWS – Wakil Ketua Dewan Pengurus Cabang Persatuan Alumni Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC PA GMNI), Roy Saputra mengambil formular pendaftaran bakal calon wakil walikota Surakarta ke sekretariat PDI Perjuangan di Pucangsawit Solo, Sabtu (4/5/2024) pukul 10.00 WIB.
Roy tercatat sebagai pengambil formulir pendaftaran ke-13 penjaringan bakal calon kepala/wakil kepala daerah yang dibuka DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta. Dab pengambil formulir ke-9 untuk bakal calon wakil walikota.
Roy akan tercatat resmi sebagai pendaftar jika sudah mengembalikan formulir pendaftaran. Waktu pengembalian formulir hingga 24 Mei 2024.
Ketua DPC PA GMNI Kota Surakarta, Sutarto mengungkapkan, pihaknya mendukung penuh langkah Roy Saputra yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPC PA GMNI Kota Surakarta ini.
“Hari Sabtu tgl 4 Mei 2024, Kami DPC PA GMNI Kota Surakarta mendapatkan informasi ada salah satu pengurus yaitu Roy Saputra yang menempati posisi Wakil Ketua DPC PA GMNI Kota Surakarta dan saat ini menjabat sebagai Anggota DPRD Kota Surakarta mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Wawali Kota Surakarta periode 2024 – 2029 melalui DPC PDI Perjuangan Kota Surakarta,” jelasnya melalui rilis tertulis pada redaksi mettanews.id.
Roy juga tercatat sebagai Sekretaris Pimpinan Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan Banjarsari Surakarta.
“Kami sesama kader dan alumni GMNI bangga dengan perjuangan Roy Saputra yang berani mendaftar sebagai bakal calon wawali di Kota Surakarta,” tuturnya.
Sutarto melihat konstelasi perpolitikan di Kota Surakarta menjadi ikon politik nasional yang begitu dinamis disetiap pemilu maupun pilkada.
“Oleh karena itu, kami mendorong kepada setiap kader alumni GMNI dimanapun berada khususnya yang ada di partai-partai politik. Seperti di PDI Perjuangan, Nasdem, PSI, Gerindra, Golkar, PPP dan lainnya. Untuk dapat berani mendaftarkan diri sebagai bakal calon Walikota/Wawali atau Bupati/Wakil Bupati sesuai dengan tempat tinggalnya masing-masing,” ungkap Sutarto.
Sutarto menegaskan, GMNI adalah organisasi masyarakat (ormas) yang independen, netral & mandiri serta tidak berafiliasi ke partai politik apapun.
“Tapi PA GMNI memberikan kebebasan hak berpolitik masing-masing pribadi kader Alumni sesuai dengan hati nurani serta pilihannya sendiri-sendiri,” pungkasnya.








