SOLO, MettaNEWS – Seorang warga mengeluhkan jalan bergelombang pada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming melalui twitter. Akun twitter @sing_gasing melaporkan kondisi jalan yang tidak rata tersebut.
“Mulai perempatan Klewer ke barat, mang lewat jalur sebelah kiri pak. Sampai perempatan lion fried blood (Singosaren). Kalo bisa naik supra Pak, biar lebih kerasa vibesnya,” keluhnya.
Keluhan tersebut langsung mendapat tanggapan dari Wali Kota Gibran.
“Baik mbak. Akan saya coba lewat perempatan lion fried blood dengan menggunakan supra x 125 fi” balas Gibran.
Postingan yang dibalas Gibran tersebut langsung viral di media sosial. Bahkan beberapa akun instagram merepost postingan tersebut.
Postingan tersebut viral karena ada beberapa istilah yang menggelitik netizen. Seperti penyebutan nama Singosaren yang disebut ala-ala bahasa asing menjadi lion fried blood. Serta usulan kepada mas wali untuk menggunakan motor supra biar lebih terasa gelombang jalannya.
Wali Kota Gibran menduga jalan yang menjadi bergelombang tersebut karena tanah bergerak atau kualitas aspal yang kurang bagus.
“Atau mungkin dilewati angkutan-angkutan berat, nanti kita coba perbaiki ya. Dari Perkim dan dari PUPR terus konsisten memperbaiki jalan yang rusak. Seperti jalan Surya, MT Haryono, Baron Kecil semuanya. Singosaren nanti kita prioritaskan soalnya dekat dengan Gatot Subroto,” jelas Gibran.
Sementara itu, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPR Solo, Joko Supriyanto menjelaskan terjadinya beberapa ruas jalan bergelombang tersebut karena adanya briding.
“Istilahnya teknisnya briding atau menggulung. Karena pembebanan jadi aspalnya menggulung. Karena frekuensinta sering terjadi akhirnya gulungnya semakin tinggi. Nanti kita kelupas, aspalnya kita ambil dan kita gelar aspal baru,” kata Joko.
Joko mengatakan DPUPR telah merencanakan perbaikan jalan pada lokasi tersebut dalam anggaran perubahan tahun anggaran 2022.
“APBD perubahan diketok bisa kita laksanakan. Sudah kita masukkan di RAPBD tahun 2022. Pagu usulannya 1.5 miliar,” ungkap Joko.







