Tower Dinasti Nusantara Wadah UMKM Kembangkan Potensi Menuju Go Global

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Pusat pendampingan untuk para pelaku UMKM di Solo dan sekitarnya, Tower Dinasti Nusantara diresmikan di Solo, Rabu (12/6/2024). Berlokasi di Jl. Yosodipuro No. 113 Mangkubumen, Banjarsari, Solo.

Tower Dinasti Nusantara Group membawahi 7 perusahaan yang bergerak di berbagai bidang. Seperti alat kesehatan, online shop/social media, property, event organizer, kuliner, tour and travel, klinik terapi.

Tower ini juga menyediakan tempat untuk Online Shop melalui platform TikTok, Shopee, Facebook, dan Instagram. Bekerjasama dengan para UMKM lokal untuk meningkatkan produksi dan pemasaran. Hingga disiapkan pendanaan
untuk produksi, packaging, pemasaran, dan lain-lain.

Founder Dinasti Nusantara Group, KPA. Nicholas Nyoto Presetyo Dononagoro, menjelaskan penting untuk memberi pendampingan kepada UMKM. Untuk membantu para pelaku UMKM mencapai hasil yang optimal.

“Pendampingan mulai dari manajemen, packaging, digital marketing. Agar UMKM meningkatkan kualitas, mutu dari berbagai metode baik ofline dan online,” tuturnya.

Tidak hanya pendampingam secara teknis. Untuk UMKM yang punya produk unik. Yang potensi untuk dikembangkan hingga nasional dan internasional.

“Dinasti grup siap fasilitasi pendanaan. Karena banyak UMKM yang kurang bankable. Binaan kami bahkan dimasa pandemi UMKM yang sudah gabung dengan kami pembayaran kreditnya lancar. Kita ada 5 resto juga jadi produk-produk UMKM bisa dipajang di resto jaringan kita,” bebernya.

Pembukaan tower ini lanjut Nicho untuk memperbesar kapasitas dalam melakukan pendampingan.

“Banyak UMKM yang punya potensi tapi karena tidak ada pendampingan jadi tidak berdaya. Sekarang sudah ada 50 perusahaan lebih se Indonesia yang akan jadi bapak asuh sesuai bidangnya masing-masing. Pendampingan untuk UMKM harus melekat. Tidak cukup seminar dua atau 3 kali. Harus total dan betul-betul bermanfaat,” ungkap Nicho.

Kepala Cabang Dinasti Nusantara Group Solo, Annang Sadinu, yang juga direktur dari RAPS, mengatakan semua jenis produk UMKM bisa bergabung. Namun tetap melalui kurasi dan riset pasar.

UMKM yang bergabung dalam pendampingan tersebut nantinya juga tidak dipungut biaya, atau gratis.

“UMKM boleh bergabung ikut pendampingan kami. Namun kami akan melakukan riset market dulu selama dua pekan. Mulai pasar, kualitas produk, kapasitas dan sebagainya. Sebab rata-rata UMKM, kalau dari 1-10 per hari untuk produksi masih mampu. Tapi kalau sudah di atas 100, biasanya UMKM sudah mulai terkendala. Maka kami hadir di sini untuk mengatasi persoalan itu,” pungkas Annang.