SOLO, MettaNEWS – Badan Standardisasi Nasional (BSN) mengadakan pameran dalam rangka memperingati Hari Standar Dunia sekaligus juga Bulan Mutu Nasional. Sejak tahun 1991, Bulan Mutu Nasional diperingati setiap bulan November.
Pameran bertajuk Indonesia Quality Expo (IQE) ke 10 ini berlangsung di atrium Solo Square dari Kamis (6/10/2022) hingga Minggu (9/10/2022).
Deputi Bidang Penerapan Standar dan Penilaian Kesesuaian BSN, Zakiyah menyatakan, BSN terus mensosialisasikan pentingnya kesadaran masyarakat akan produk unggulan yang sudah berstandar nasional atau mempunyai stempel Standar Nasional Indonesia (SNI). Pameran ini menjadi ajang mengenalkan kepada masyarakat beragam produk ber-SNI.
“Kita selalu sosialisasi ke seluruh wilayah Indonesia. Memang perlu di improve terus. Karena produk ber SNI terus bertambah. Untuk meningkatkan awareness selain IQE kita juga mengadakan seminar, lomba, membentuk komunitas-komunitas SNI juga, Itu yang kita lakukan untuk mengenalkan produk-produk ber SNI,” papar Zakiyah di sela-sela meninjau stan pameran.

Zakiyah mengungkapkan produk ber SNI sudah dijamin untuk kualitasnya. Produk ber SNI lanjut Zakiyah juga konsen pada K3L yakni Keselamatan, Kesehatan Kerja dan Lingkungan.
“Tidak hanya pada konsumen, kami juga menyasar UKM. Saat ini, kami juga ada pembinaan untuk usaha mikro kecil (UMK), termasuk UMK berbasis risiko rendah yang bisa langsung mendapatkan SNI, namanya program SNI Bina UMK. Jadi sudah ada sekitar 100 ribu UMK yang kita fasilitasi di seluruh Indonesia,” terang Zakiyah pada mettanews.id, Kamis (6/10/2022).
Zakiyah menyebut sejauh ini kendala UMK mendapatkan SNI secara umum lebih pada pemahaman UMK terhadap isi SNI, dan juga permodalan.

“Promosi bagi produk ber SNI bagi UMK juga kendala. Kita menggunakan etalase digital tokomutu.com untuk memasarkan produk ber SNI, ini gratis. Total sudah ada 64 juta UMK di Indonesia sudah ber SNI,” terangnya.
Zakiyah menyebut sebanyak hampir 100 ribu UMK di seluruh Indonesia bergabung dalam SNI Bina UMK. Di Kota Solo, ada sebanyak 85 UMK yang terdaftar, 18 UMK di antaranya sudah difasilitasi mendapatkan stempel SNI. BSN memasang target ada pertambahan sampai 86 UMK di Kota Solo sepanjang 2023 mendatang.
“Mendapatkan stempel SNI ada prosesnya. Mulai dari sosialisasi, bimbingan, penerapan standar, uji produk di laboratorium terakreditasi, kemudian diajukan ke lembaga sertifikasi. Durasi prosesnya tergantung UMK, kalau konsisten bisa cepat dan tergantung laboratorium penguji juga. Paling cepat sebulan. Kalau dimulai dari pembinaan, sekitar 3-6 bulan,” ujarnya.

Zakiyah berharap UMK yang sudah mendapatkan sertifikat bisa konsisten menerapkan SNI. Agar masyarakat lebih mudah mendapatkan produk berkualitas.
Kepala Biro Hubungan Masyarakat, Kerja Sama, dan Layanan Informasi BSN, Zul Amri menambahkan dalam pameran IQE ke-10 ini BSN selain ditampilkan produsen produk ber SNI juga disediakan klinik standardisasi dan penilaian kesesuaian.
“Ada CV Rumah Mesin (alsintan), PT Trooper Andalan Hebat Sejahtera (helm), dan PT Astro Teknologi Internasional (sepeda listrik),” jelasnya.
Indonesia Quality Expo dimeriahkan oleh 16 instansi baik dari pemerintah maupun swasta yang mengisi 48 booth. Sekretaris Daerah Kota Surakarta, Ahyani berharap pameran ini mampu mendorong para produsen dan industri kreatif di Indonesia, untuk bisa meningkatkan kualitas produknya. Sehingga produk dalam negeri bisa bersaing di pasar nasional maupun internasional menembus pasar ekspor.











