SOLO, Metta NEWS -Tim dosen dan mahasiswa Pendidikan Akuntansi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melakukan Pengabdian Masyarakat Persyarikatan/AUM/Desa Binaan (P2AD) di Desa Kingkang, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Kegiatan itu bertema perluasan pasar melalui digital marketing instagram bisnis dan shopee.
“Kami lakukan pendampingan pada Maret lalu, dengan sasaran sepuluh Industri Kecil Menengah (IKM) di Desa Kingkang, hasilnya lumayan bagus,”papar Ketua Pengusul P2AD Pendidikan Akuntansi, Dr. Suranto, M.Pd, Sabtu (23/4).
Setiap dosen, lanjut Suranto, wajib melaksanakan tri dharma perguruan tinggi, salah satunya pengabdian masyarakat. UMS melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat dan Pengambangan Persyarikatan (LPMPP) memfasilitasi kegiatan pengabdian masyarakat dalam bentuk pemberdayaan dan pendampingan masyarakat, salah satunya melalui skim P2AD.
“Kegiatan pengabdian tersebut berfokus pada pengenalan Instagram Bisnis dan proses migrasi akun Instagram pribadi menjadi Instagram Bisnis, selain itu juga menggunakan media sosial dan e-commerce Shopee, input produk ke katalog Shopee maupun ke Instagram Feed,” jelasnya.
Dijelaskan tim pengabdian tersebut beranggotakan 8 dosen serta 10 mahasiswa Pendidikan Akuntansi dan 10 Industri Kecil Menengah (IKM) Desa Kingkang, Wonosari, Klaten.
Salah satu anggota Tim Dhany Efita Sari mengungkapkan, kegiatan pengabdian tersebut berfokus pada pengenalan Instagram Bisnis dan proses migrasi akun Instagram pribadi menjadi Instagram Bisnis serta media sosial dan e-commerce Shopee.
“Kegiatan pengabdian ini kami laksanakan sebanyak 13 kali pertemuan dengan teknis satu mahasiswa mendampingi satu IKM. Selain itu tim dosen juga melakukan Monitoring dan Evaluasi (Monev),”ujar dia.
IKM yang tergabung dalam kegiatan ini, menurutnya, berjumlah 10 unit, meliputi IKM Snack jajan pasar, IKM Batik, IKM Sprei, IKM ikan Koi, IKM Sablon, IKM Keripik Peyek dan IKM Keripik Belut.
“Alhamdulillah kegiatan pendampingan digital marketing bagi IKM ini sangat bermanfaat buat saya khususnya, karena usaha saya dapat dijangkau oleh masyarakat luas melalui shopee dan instagram sehingga banyak konsumen baru yang datang ke sini untuk membeli,” ujar Sarmi pemilik IKM Snack.
Harapannya, lanjut dia, P2AD ini terus dapat dilakukan secara berkelanjutan yaitu dengan melakukan pemeliharaan akun serta dapat menjangkau IKM lainnya di Desa Kingkang yang masih belum melakukan pemasaran dengan digital marketing.







