SOLO, MettaNEWS – Kota Solo semakin mengukuhkan diri sebagai kota olahraga setelah tiga klub Pegadaian Championship memilih Solo sebagai home base atau kandang selama menjalani kompetisi.
Ketiga klub tersebut yakni Persis Solo, Kendal Tornado FC, dan PSBS Biak. Wali Kota Solo Respati Ardi menyambut positif kepercayaan tersebut. Menurutnya, keberadaan tiga klub yang berkandang di Solo turut memperkuat pengembangan sport tourism di Kota Solo.
Untuk mendukung kelancaran pertandingan, Pemerintah Kota (Pemkot) Solo memastikan segera melakukan pembenahan sejumlah fasilitas Stadion Sriwedari yang digunakan sebagai salah satu lokasi pertandingan.
“Jadi saya memastikan fasilitas Stadion Sriwedari ini akan kita benahi segera supaya liga ini berjalan dengan lancar. Saya ucapkan terima kasih atas kepercayaannya menjadikan home base di Solo,” ujar Respati usai menyaksikan laga Kendal Tornado FC kontra Barito Putra di Stadion Sriwedari, Sabtu (26/9/2026).
Respati mengatakan pembenahan fasilitas akan disesuaikan dengan kebutuhan pertandingan. Namun, perbaikan tetap memperhatikan status Stadion Sriwedari sebagai kawasan cagar budaya.
Salah satu fasilitas yang menjadi perhatian adalah stager serta penambahan bangku bagi penonton.
“Jadi tadi nonton ada stagernya, itu akan kita segera benahi biar dan ada tambahan bangku tetapi tetap melindungi sebagai cagar budaya,” bebernya.
Menurut Respati, kehadiran tiga klub yang menjadikan Solo sebagai home base menunjukkan bahwa Kota Solo memiliki daya tarik sebagai lokasi penyelenggaraan kompetisi olahraga.
Aktivitas pertandingan juga dinilai memberikan dampak terhadap sektor ekonomi masyarakat. Mobilitas pemain, ofisial, suporter, dan penonton berpotensi meningkatkan aktivitas UMKM, kuliner, perhotelan hingga membuka peluang kerja.
“Saya rasa kita lihat Sport tourism Solo nyata ya dan dapat membuka lapangan kerja banyak UMKM laris, perhotelan laris. Ya ini sangat bermanfaat untuk kita semua,” tuturnya.
Respati berharap kepercayaan klub-klub tersebut dapat terus dijaga dengan meningkatkan kualitas fasilitas serta penyelenggaraan pertandingan. Dengan demikian, aktivitas olahraga profesional di Solo tidak hanya menjadi hiburan bagi masyarakat, tetapi juga bagian dari pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah.
Sementara itu, Owner Kendal Tornado FC Junianto mengapresiasi sambutan yang diberikan Pemkot Solo. Ia menilai pemerintah kota terbuka terhadap klub-klub yang memilih Solo sebagai tempat bermarkas selama kompetisi.
“Satu hal tadi saya sampaikan, Mas Wali ini terbuka sekali. Beliau juga menyampaikan senang sekali (berhome base di Solo), jadi kita berkawan baik,” imbuhnya.
Dengan tiga klub Pegadaian Championship yang berkandang di Solo, aktivitas sepak bola profesional di Kota Bengawan diperkirakan semakin semarak. Di sisi lain, pembenahan Stadion Sriwedari diharapkan mampu mendukung kebutuhan kompetisi sekaligus menjaga nilai sejarah dan status cagar budaya stadion tersebut.








