Tiba di Nakhon Ratchasima, Kontingen Indonesia Langsung Geber Latihan untuk ASEAN Para Games 2025

oleh
ASEAN Para Games 2025
Sejumlah atlet wheelchair basketball National Paralympic Committee (NPC) Indonesia melakukan pemanasan saat sesi latihan untuk ASEAN Para Games 2025 di Hotel Center Point, Terminal 21, Nakhon Rachatsima, Thailand, Jumat (16/1/2026). Indonesia menargetkan 82 medali emas,77 medali perak, 77 medali perunggu pada ASEAN Para Games 2025 di Thailand yang berlangsung 20-26 Januari 2026. NPC Indonesia/Agoes Rudianto

NAKHON RATCHASIMA, MettaNEWS – Kontingen Indonesia yang berkekuatan 290 atlet langsung menggeber latihan sehari setelah tiba di Nakhon Ratchasima, Thailand, yang bakal menjadi lokasi utama penyelenggaraan ASEAN Para Games 2025.

Dibagi dalam dua kloter, kontingen Indonesia telah mendarat di Bandara Suvarnabhumi, Bangkok, Kamis (15/1/2026).

Kloter pertama tiba pada pukul 08.15 waktu setempat, sedangkan rombongan kedua mendarat pada pukul 15.45. Masing-masing kloter kemudian melanjutkan perjalanan darat sekitar empat jam menuju wilayah Nakhon Ratchasima.

Rasa lelah yang timbul setelah melewati perjalanan yang panjang tak menyurutkan semangat para atlet untuk memaksimalkan persiapan. Sebab, beberapa cabor langsung menggelar sesi latihan untuk memulihkan kondisi kebugaran para atlet.

Salah satu cabor yang langsung menyambangi venue pertandingan adalah sepak bola cerebral palsy. Pelatih tim sepak bola cerebral palsy Indonesia, Yanuar Dhuma Ardhiyanto, menjelaskan timnya sengaja melakukan dua sesi latihan pada hari Jumat (16/1/2026).

“Dengan kondisi pemain yang kelelahan karena perjalanan jauh, hari ini kami mencoba melakukan conditioning. Tadi pagi pun kami sudah melakukan latihan ringan, supaya otot-otot para pemain lebih lemas. Latihan sesi sore ini sudah oke,” kata Yanuar saat ditemui di Nakhon Ratchasima Rajabhat University Stadium, Jumat (16/1/2026) sore.

Yanuar menyebut, timnya masih memiliki beberapa hari sesi latihan menjelang laga perdana. Tim pelatih juga akan merancang periodisasi latihan agar para pemain bisa mencapai performa puncak.

“Untuk kebugaran, kami hanya tinggal meningkatkan sedikit lagi untuk mencapai level puncak. Setelah itu, kami akan fokus ke aspek taktik dengan mempertimbangkan skema permainan lawan di ASEAN Para Games 2025 ini,” ujar Yanuar.

“Sejauh ini, semua dalam kondisi sehat. Tidak ada pemain yang mengalami cedera. Jadi, kami bisa menurunkan komposisi skuat yang utuh. Insya Allah, tim Indonesia akan berjuang dengan kekuatan penuh di ajang ini,” tambahnya.

Sementara itu, kapten tim sepak boal cerebral palsy Indonesia, Yahya Hernanda, menegaskan kesiapan rekan-rekannya untuk bertempur di ASEAN Para Games 2025.

“Insya Allah kami siap untuk melahap latihan berikutnya hingga hari pertandingan. Persiapan para pemain saat ini sudah sangat maksimal. Kami sudah bisa beradaptasi dengan lapangan yang akan digunakan sebagai venue pertandingan,” ujar Yahya.

Gelandang kelahiran Martapura, 26 November 1996, itu menyebut, timnya melahap sesi latihan passing. Hal ini bertujuan untuk beradaptasi dengan kondisi rumput Nakhon Ratchasima Rajabhat University Stadium yang juga menjadi venue pertandingan di ASEAN Para Games 2025.

“Selain untuk beradaptasi dengan lapangan, passing exercise Ini bertujuan untuk mengukur aliran bola kami, apakah aliran bolanya enak atau sulit. Kami memang sedikit terkendala dengan kondisi rumput yang tipis ini. Ini membuat bola lebih sulit untuk dikontrol,” kata alumnus Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari, Banjarmasin itu.

Selain tim sepak bola cerebral palsy, tim basket kursi roda juga langsung menggelar latihan di Center Point Hotel Terminal 21 Nakhon Ratchasima Thailand. Latihan ini pun berfokus pada pengembalian kebugaran seluruh atlet.

“Besok (Sabtu) kita sudah memulai latihan untuk penyesuaian lapangan dan juga proses klasifikasi sebelum masuk ke nomor pertandingan pertama, three on three di tanggal 19 Januari dan setelah itu nomor five on five,” ungkap pelatih tim basket kursi roda Indonesia, Salim Nurjadin.

Salim memastikan masa persiapan yang telah dijalani selama pemusatan latihan berjalan maksimal. Tim pelatih akan memanfaatkan waktu tersisa untuk memantapkan performa terbaik.

“Secara tim kita sudah siap. Kita akan fight di ajang kali ini, berusaha yang terbaik dan mengejar target di Thailand ini. Target kita Bismillah medali perak,”ucap Salim.

Ditambahkan guard tim basket kursi roda Indonesia, Kasep Ayatullah Muhammad Al Yasir, seluruh atlet memiliki ambisi yang sama untuk mengukir prestasi di Thailand.

“Kita benar-benar optimis bisa dapat medali. Mudah-mudahan kita bisa naik podium, apapun warna medalinya,” tegas Kasep.

Kasep menyadari peta kekuatan di cabor basket kursi roda tidaklah mudah. Kasep dan rekan-rekan akan berupaya untuk fokus dengan strategi yang telah dipersiapkan oleh tim pelatih.

“Semua lawan kuat, apalagi Filipina, Malaysia dan Thailand yang punya peringkat di Asia Tenggara. Tetapi kita tidak akan fokus pada kekuatan mereka. Kita fokus pada kekuatan di tim kita sendiri,” papar Kasep.