Teguh Prakosa Legawa Tanggapi Hasil Hitung Cepat Pilkada Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Teguh Prakosa legawa menanggapi hasil hitung cepat perolehan suara Pilkada Solo 2024.

Pada kontestasi Pilkada 2024 Teguh Prakosa berpasangan dengan Bambang Nugroho. Mengutip hasil hitung cepat dari Bawaslu Surakarta, hasil sementara dari 100 persen suara yang masuk, Teguh-Bambang mendapatkan 39.53 persen. Sedangkan Respati-Astrid memperoleh 60.47 persen.

Menanggapi hasil tersebut, Teguh menegaskan bahwa proses demokrasi telah berjalan dengan lancar, tertib, dan aman, tanpa adanya gangguan signifikan.

“Ini adalah pesta demokrasi. Semuanya sudah terlaksana dengan baik, tertib, aman, dan tidak ada yang mengganggu tahapan akhir pencoblosan. Quick count-nya berjalan, dan kami menghormati keputusan yang nantinya akan diputuskan oleh KPU Kota Surakarta,” ujar Teguh, Kamis (28/11/2024).

Atas hasil hitung cepat itu Teguh mengimbau pada masyarakat untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, serta menerima hasil pilkada dengan lapang dada.

“Apapun hasilnya, kita harus menghormati proses ini dari awal hingga akhir. Dalam politik, ada strategi dan pola kerja masing-masing, itu bagian dari seni berpolitik yang tidak bisa diintervensi,” tambahnya.

Teguh turut mengucapkan terima kasih kepada para pendukung, relawan, serta tokoh masyarakat dan agama yang telah bekerja sama mendukung jalannya pesta demokrasi ini. Ia berharap agar semua pihak tetap menjaga solidaritas dan semangat membangun kota Solo.

“Dengan rendah hati, kami mengucapkan terima kasih dan mohon maaf kepada seluruh kader, simpatisan, relawan, serta stakeholder. Solidaritas harus tetap dijaga, agar transisi berjalan dengan baik. Solo yang kita cintai harus terus maju, demi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Menanggapi perbedaan hasil antara Pilgub dan Pilwalkot, Teguh mengatakan bahwa perbedaan strategi menjadi faktor utama.

“Pilkada adalah sasaran utama, dan setiap wilayah punya pola kerja yang berbeda. Namun, kami menghormati hasil yang ada,” katanya.

Ia juga menanggapi pandangan terkait peran tokoh-tokoh nasional dalam Pilkada Solo, seperti Presiden Jokowi dan Gibran Rakabuming. Teguh menyerahkan penilaian kepada masyarakat.

“Apakah ada pengaruh atau tidak, biar masyarakat yang menilai. Kami tetap berjuang bersama partai pendukung dan elemen masyarakat, dengan semangat gotong royong,” jelasnya.

Sebagai sekretaris partai, Teguh menegaskan pentingnya menjaga perjuangan ideologi dalam politik.

“Kami tetap konsisten dan berkomitmen memperjuangkan ideologi. Ini adalah jalan kami, dengan mengutamakan komunikasi dan gotong royong bersama masyarakat,” tegasnya.

Di akhir wawancara, Teguh mengajak masyarakat Solo untuk tidak terpecah akibat perbedaan politik.

“Pesta demokrasi ini tidak boleh merusak persahabatan dan persaudaraan. Setelah selesai, kita harus berpikir bersama untuk masa depan Solo yang lebih baik,” pungkasnya.