SOLO, MettaNEWS – Suzuki menjadi pionir penyelenggaraan vocational contest bidang otomotif pertama di Solo Raya melalui Suzuki Vocational Contest 2026 Solo Raya. Kompetisi yang mempertemukan siswa dan guru SMK se-Eks Karesidenan Surakarta tersebut ditutup dengan kemenangan SMK Negeri 2 Sukoharjo sebagai juara pertama.
Kompetisi yang digelar PT Solo Indonesia Utama selaku dealer resmi mobil Suzuki di Solo Raya bersama PT Suzuki Indomobil Sales selaku ATPM Suzuki Indonesia itu diikuti 40 SMK dari tujuh kabupaten/kota.
Enam sekolah berhasil melaju ke babak final setelah mengikuti tes kualifikasi, yakni SMK Negeri 2 Sukoharjo, SMK Negeri 1 Jatipuro Karanganyar, SMK Bhakti Karya Karanganyar, SMK Negeri Jumantono Karanganyar, SMK Leonardo Klaten, dan SMK Negeri 1 Kalijambe Sragen.
Babak final digelar di Suzuki Pabelan, Kamis (13/8/2026), dengan penilaian meliputi tes teori siswa dan guru sebesar 20 persen serta tes praktik siswa dengan bobot 80 persen.
SMK Negeri 2 Sukoharjo akhirnya keluar sebagai juara pertama dan berhak membawa pulang hadiah satu unit mobil Suzuki, trofi dan sertifikat.
Guru pembimbing SMK Negeri 2 Sukoharjo, Prasetyo, mengatakan keberhasilan sekolahnya tidak terlepas dari kebiasaan pembelajaran yang selama ini telah menerapkan standar operasional prosedur (SOP) melalui kolaborasi dengan dunia industri.
“Kalau persiapannya kebetulan di SMK kita sudah kolaborasi dengan dunia industri. Jadi kita itu memang sudah melaksanakan SOP untuk pembelajarannya, jadi untuk adaptasinya tidak terlalu banyak,” kata Prasetyo.
Menurutnya, praktik menggunakan SOP industri sudah menjadi bagian dari pembelajaran di sekolah sehingga peserta lebih mudah beradaptasi ketika mengikuti kompetisi.
“Untuk kita praktik-praktik SOP itu sudah sering kita lakukan, makanya adaptasinya lebih mudah. Untuk belajar materi kita ya sering. Sekarang eranya sudah digital, jadi kita masih banyak sekali materi dari internet, bahkan kita menggunakan AI juga untuk mempermudah kita belajar,” ujarnya.
Hadiah satu unit mobil Suzuki yang diterima SMK Negeri 2 Sukoharjo juga tidak akan digunakan sekadar sebagai pajangan. Prasetyo memastikan kendaraan tersebut akan dimanfaatkan sebagai sarana pembelajaran siswa.
“Jadi kita pasti untuk kegiatan praktik, untuk belajar mengajar. Jadi SMK jurusan otomotif, untuk mobil kita rencana untuk praktik engine di jurusan Teknik Kendaraan Ringan,” katanya.
Ia berharap keberadaan mobil tersebut dapat memperkaya fasilitas praktik sehingga kompetensi siswa Teknik Kendaraan Ringan semakin berkembang.
“Supaya lebih memperkaya jurusan TKR, bisa lebih berkembang lagi,” imbuhnya.
Sementara itu, siswa SMK Negeri 2 Sukoharjo, Muhammad Nur Fadilah, mengaku kompetisi berlangsung cukup ketat. Menurutnya, tantangan terbesar berasal dari kemampuan para peserta lain yang dinilai sama-sama kompetitif.
“Kesulitannya adalah mungkin lawannya yang sekarang kompetitif, lawannya bagus dan seru. Kompetisinya asyik, seru, dan menantang,” kata Muhammad Nur Fadilah.
Meski menghadapi persaingan ketat, ia mengaku mendapatkan pengalaman berharga dan ingin kembali mengikuti kompetisi serupa apabila kesempatan terbuka.
“Kapan-kapan ingin mencoba lagi kalau ada kesempatan,” ujarnya.
Suzuki Dorong Link and Match SMK dengan Industri
Direktur Utama PT Solo Indonesia Utama, Tommy Gunawan, mengatakan Suzuki Vocational Contest 2026 Solo Raya bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari upaya mempererat hubungan antara industri otomotif dengan pendidikan vokasi.
“Saya berterima kasih kepada SMK-SMK di Solo Raya yang ikut berpartisipasi dalam acara ini. Maksud dan tujuan pada hari ini adalah sebagai bentuk silaturahmi yang terjalin selama ini dan semoga kegiatan ini memberikan sinergi yang positif pada SMK-SMK di Solo Raya terutama yang di bidang otomotif dengan industri otomotif,” kata Tommy.
Tommy berharap lulusan SMK otomotif dapat bekerja sesuai bidang keahlian yang dipelajari sehingga kompetensi mereka dapat dimanfaatkan secara optimal di dunia kerja.
“Saya juga berharap nanti adik-adik setelah selesai dari sekolah atau kuliah bisa melanjutkan pekerjaan sesuai dengan apa yang dipelajari di sekolah. Karena kadang-kadang SMK-nya otomotif, harapan saya kalau bisa sesuai dengan profesi apa yang dipelajari mestinya akan lebih optimal,” ujarnya.
Suzuki, lanjut Tommy, selama ini juga telah menjalin hubungan dengan SMK melalui berbagai kegiatan, termasuk program praktik kerja lapangan (PKL).
“Selama ini kita sudah berhubungan dengan SMK dengan sering ada PKL di sini. Ini akan biar lebih dekat lagi dan mereka juga akan merasa bahwa industri otomotif juga tanpa anak-anak dari SMK enggak bisa,” katanya.
Menurut Tommy, penyelenggaraan perdana dengan peserta 40 SMK menjadi langkah awal untuk memperbesar cakupan kompetisi pada masa mendatang.
“Harapan saya besok akan lebih banyak lagi karena ini juga pertama kali. Mudah-mudahan akan berkembang, yang lain yang belum ikut akan ikut lagi waktu kita mengadakan tahun depan,” ujarnya.
Pendidikan Vokasi Dinilai Perlu Lebih Dekat dengan Industri
Kasi SMK Cabang Dinas Pendidikan Wilayah VII Jawa Tengah, Hermansyah S.Pd., mengapresiasi langkah Suzuki menjadi pionir penyelenggaraan vocational contest otomotif di Solo Raya.
Menurutnya, kompetisi tersebut memberikan gambaran nyata mengenai hasil pembelajaran siswa SMK karena peserta tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga praktik.
“Kami menyambut baik dan berterima kasih kepada Suzuki yang telah mengadakan kegiatan ini. Kegiatan ini sangat luar biasa karena kegiatan ini betul-betul wujud dari hasil pembelajaran kita di sekolah yang setiap hari mempelajari secara teori maupun praktik,” kata Hermansyah.
Hermansyah menilai model kompetisi seperti Suzuki Vocational Contest perlu terus diperbanyak. Selain menjadi ajang apresiasi, kegiatan tersebut membantu mendekatkan kurikulum SMK dengan perkembangan kebutuhan industri.
“Lomba seperti inilah yang kita inginkan dari Jawa Tengah sebenarnya. Lomba-lomba seperti di Suzuki ini lebih banyak diselenggarakan, kalau bisa setahun sekali,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan bahwa seluruh peserta yang telah mencapai tahap kompetisi merupakan pemenang karena membawa pengalaman dan pengetahuan baru ke sekolah masing-masing.
“Siapapun yang menang dari kegiatan ini semuanya adalah juara. Dari yang sudah juara ini semua pulang ke sekolah masing-masing untuk mengimplementasikan apa yang dipelajari dari sini supaya lebih bermanfaat dan ditularkan kepada teman-teman yang lain,” katanya.
Hermansyah berharap penguatan pendidikan vokasi melalui kolaborasi dengan industri dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya memiliki karakter baik, tetapi juga keterampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri.
“Vokasi itu endingnya adalah keahlian dan keterampilan. Di samping anak-anak harus ada hasil karakter yang baik, tetapi karakter yang baik itu untuk menunjang keahlian dan keterampilan juga untuk menunjang keahlian sehingga persyaratan di dunia usaha dan industri bisa kita siapkan di sekolah. Artinya siap pakai, siap kerja,” ujar Hermansyah.
Suzuki Vocational Contest 2026 Solo Raya pun menjadi penanda awal kolaborasi yang lebih erat antara dealer, pabrikan dan SMK. Dengan SMK Negeri 2 Sukoharjo sebagai juara pertama, kompetisi tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pendidikan vokasi di Solo Raya memiliki potensi besar untuk melahirkan tenaga terampil yang siap masuk ke industri otomotif.








