SOLO, MettaNEWS – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Solo menyayangkan hilangnya kembali grill drainase yang sudah diganti. Hilangnya grill besi ini paling sering terjadi di Jalan Prof Suharso, Jalan Ir Juanda dan Jalan Ki Hajar. Bahkan pada 14 Juni lalu di daerah Pasar Ayam Semanggi pencurian grill tertangkap CCTV.
Belasan grill telah hilang disetiap jalan ini, pihak DPUPR yang semula menggantinya dengan grill besi kembali dicuri. Mencari alternatif lain, DPUPR membuat percobaan drainase berbahan beton. Alasannya beton tak lagi memiliki nilai ekonomis jika dibandingkan dengan besi. Sehingga sudah pasti beton tak lagi laku dijual.
Kepala Bidang Marga DPUPR Solo, Joko Supriyanto mengatakan pihaknya telah mengganti 13 grill besi disejumlah titik. Diketahui 1 grill besi kecil ukuran 40×30 cm dibanderol seharga Rp 500 ribu. Sedangkan untuk beton ukuran 70×10 cm seharga Rp 316 ribu. Tak hanya mampumemangkas pengeluaran sebesar Rp 184 ribu saja, tak ada yang minat mencuri drainase berbahan beton ini lantaran tak dapat dijual kembali. Penggantian grill dengan beton ini masih masa percobaan sembari melihat dampak yang ada. Jika dirasa cukup mampu menekan kasus kehilangan maka drainase yang sudah hilang secara permanen akan tetap menggunakan beton.
“Masa percobaan tapi kita permanenkan, ini sudah kita ganti, kita pasang pasa Maret 2022. Jalan Juanda hilangnya cukup sering, yang eksisting tetap baja, beton ini untuk yang sudah hilang. Hilangnya banyak akhir 2021, Jalan Juanda sudah biasa, Jalan dekat kantor DPUPR, Prof Suharso hilang semua. Kita ganti baja hilang, di Juanda ada laporan karena jalan raya,” kata Joko saat ditemui MettaNEWS di kantor DPUPR Solo, Rabu (29/6/2022).
Penggantian beton ini hanya untuk mengganti grill yang sudah hilang, sedangkan grill yang masih ada akan tetap dipertahankan dengan harapan tidak menjadi sasaran pencurian. Pihaknya pun akan melakukan monitoring untuk mengetahui kefektivitasan beton untuk menyerap air.
Hanya memiliki 10 lubang, drainase beton belum mampu menyerap air lebih banyak jika dibandingkan dengan grill besi yang memiliki kisi-kisi atau lubang yang lebih banyak. Didesain dengan memperhatikan kekuatannya, kekuatan beton akan berkurang jika terlalu banyak lubang. Konsekuensinya, Tim Pembersihan Keduk Walet SDA DPUPR harus rajin melakukan pemeliharaan kebersihan agar tak ada penyumbatan.
“Salah satu percepatan dimensi grill diseragamkan ukurannya. Juanda 90×40 ukurannya kita kunci, ini PO ke kontraktor jadi kalau ada yang hilang langsung pergantian. Prof Suharso kita ganti baja belum ada ide beton, ini tahun lalu tapi sudah hilang lagi, Dewantara sudah beton,” bebernya.
Meski telah diperkuat dengan finisher, grill besi ini masih menjadi incaran pencurian lantaran nilanya yang cukup lumayan jika dihitung per kilo.
“Grill sudah kita kasih fisher diperkuat, namanya orang sudah niat tekniknya ada saja. Besi itu hitungannya kiloan jadi mau dibentuk seperti apa nggak ngaruh di pasaran,” terangnya.
Pihaknya mengatakan nilai kerugian yang sudah dialami DPUPR tak terlalu tinggi, namun baginya nilai keselamatan yang mengjadi fokus perhatian. Pasalnya grill yang dicuri ini menyisakan lubang hingga membuat pengguna jalan terperosok. Hal ini diketahui adanya laporan warga melalui ULAS ataupun kelurahan yang disampaikan ke DPUPR.
“Sebenarnya kalau nilai rupiah nggak begitu tinggi tapi nilai kerugian jiwa yang harus diperhatikan betul. Lubang akibat grill ini kalau ada yang terperosok ada tingkatan fatalitas, lecet patah tulang, patah sampai meninggal kita, Satlantas, Perhubungan dipanggil kepolisian. Di UU angkutan jalan ada kelalain penyelenggara jalan,” tuturnya.
Diketahui grill-grill ini terpasang di 263 ruas jalan kota, 10 jalan nasional ruas dan 500 ruas jalan provinsi. Tak terhitung jumlahnya membuat pihaknya akan kesulitan jika harus memonitoring selama 24 jam. Sehingga pihaknya berharap ada kesadaran masyarakat akan pentingnya fasilitas umum sebagai kepentingan bersama.
“Kalau kita harus monitor sulit grill di jalan kota ada 263 ruas, jalan nasional 10 ruas, provinsi 500 ruas. Tapi dibanding kerugian jiwa, berdasarkan Satlantas kalau ada satu kecelakaan meinggal dinyatakan kawasan black spot wajib dipantau. Kalau 24 jam sulit karena personil terbatas, kita buat ini untuk sama-sama kita gunakan,” tukasnya.








