SOLO, MettaNEWS – Sorak sorai penonton yang kecewa lantaran sound sistem mati sempat mewarnai Konser Trisakti Bulan Bung Karno 2022 yang digelar pada Sabtu, (25/6/2022) malam. Ribuan penonton yang tak kebagian tiket ini awalnya santai bernyanyi mengikuti alunan lagu di area luar Benteng Vasternburg.
Namun sound sistem yang berada di layar monitor tiba-tiba mati saat band Guyon Waton membawakan lagu. Sontak hal ini membuat ribuan penonton ramai meneriaki panitia penyelenggara. Beragam komentar pun muncul dari segala sudut, namun beberapa penonton juga saling bersautan membalas sorakan agar menerima saja keadaan yang terjadi karena konser bersifat gratis.
Andre, salah satu penonton yang berada di area depan pintu masuk Benteng Vasternburg menyayangkan kejadian sound mati, hal ini karena para penonton yang tak kebagian tiket hanya mengandalkan dari layar monitor dan suara sound dari luar saja.
“Nggak denger tadi jadinya cuma liet dari layar. Suaranya nggak ada,” ucap Andre kepada MettaNEWS, Sabtu (25/6/2022).
Waktu menunjukkan pukul 22.25 WIB, namun bintang tamu Denny Caknan yang tak kunjung datang membuat ia dan sejumlah penonton bertanya-tanya kapan musisi pop dangdut tersebut datang.
“Denny Caknan katanya dijadwal jam sepuluh harusnya sudah datang ini belum datang,” ucapnya kepada MettaNEWS.
Andre yang tak kebagian tiket juga berharap agar konser musik yang mengundang Denny Caknan dapat digelar di tempat yang lebih luas.
“Di sini ini tempatnya kurang luas jadi kapasitasnya ya cuma cukup untuk segitu, ini yang di sini kan karena nggak kebagian tiket juga. Mestinya karena tiket memang sudah disesuaikan sama kapasitas, makanya saya berharap kalau ada lagi bisa ditempat lain,” tutupnya.
Sementara itu, Wimbi penonton asal Nusukan juga menyayangkan suara sound sistem di luar konser terlalu kecil. Selain itu pihaknya juga menyebut layar monitor yang disediakan kurang dapat memenuhi kebutuhan ribuan penonton yang berada di luar Benteng Vasternburg.
“Konsernya sebenarnya bagus tapi soundnya kurang keras ditambah layar cuma satu,” ucap Wimbi.
Selain itu pihaknya juga mengeluhkan susah sinyal sejak ia datang. Lantaran banyaknya penonton yang datang ke konser ini baik yang berada di area dalam mapun luar membuat kualiatas sinyal dì Benteng Vasternburg memburuk.
“Ada kendala sinyal nggak bisa, ada tulisannya 4G penuh tapi nggak bisa,” tutupnya.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Solo Ginda Ferachtriawan yang juga datang menyaksikan konser mengomentari adanya keluhan-keluhan dari para penonton di area luar.
“Sebenarnya penonton sudah dibatasi nampaknya dari panitia sudah ada tiket yang diberikan secara gratis untuk menahan supaya kapasitas tetap muat. Tapi ya itu yang kita lihat antusiasme yang luar biasa dari penonton melihat ada konser musik artis yang lagi nghits mestinya ini jadi evaluasi kedepannya,” terang Ginda saat ditemui MettaNEWS.
Banyaknya penonton yang ingin masuk secara bersamaan sebelum acara dimulai membuat pintu masuk dipenuhi penonton yang berdesak-desakan. Sehingga pihaknya mengimbau agar para penonton dapat masuk secara bergantian.
“Jadi memang penoton yang begitu banyak mungkin melihat kita yang ada di sekitar sini sudah overload semua jadi gantian masuknya,” terangnya.
Secara normatif, Ginda melihat konser tersebut masih dalam tahap batasan kondusif. Meski terdapat penonton yang mengomentari tempat konser kurang luas sehingga tak dapat menampung penonton lebih banyak lagi, Ginda menanggapi santai hal ini.
“Lahan terbatas sebenarnya ini kan lokasi yang paling besar di Kota Solo, analoginya kaya jalan tol. Pada saat sepi jadi jalan biasa tapi kalau musim lebaran tetap aja macet. Antusiasme ini yang perlu dipikirkan kedepannya memang harus hati-hati kalau memang sudah penuh jangan memaksakan diri dan terjadi ketidaknyamanan,” ucap Ginda.
Pihaknya yang juga mengalami kendala sinyal menyebut hal ini terjadi lantaran banyaknya penonton yang memadati Benteng Vasternburg. Sehingga pihaknya juga berharap agar panita penyelenggara agar menyiapakan penguat sinyal.
“Tapi saya lihat masyarakat masih bisa menerima semua keadaan yang ada. Ini masih mengalami kendala sinyal di tempat lain kaya Stadion Manahan kemarin juga. Faktor sinyal itu ada di provider harus dipikirkan ketika penonton mulai membludak faktor sinyal menjadi penting karena semua komunikasi kan via hp juga,” kata Ginda.
Melihat adanya antusiasme masyarakat terhadap gelaran konser yang diadakan cuma-cuma ini pihaknya berharap para penonton tetap menjaga keselamatan.
“Ya antusiasme penonton cukup banyak peminatnya. Pertama konser pertama yang dilakukan setelah sekian lama masa pandemi dalam rangkaian Konser Trisakti Haul Bung Karno, yang penting kita harapkan aman, penonton menjaga keselamatan dan kesehatannya,” tukasnya.







