Silatnas Alumni Penerima Beasiswa Supersemar Berlangsung di Solo, Peserta Diajak Dolan Bareng

oleh
oleh
Beasiswa supersemar
Alumni mahasiswa penerima beasiswa.Supersemar mengadakan Silatnas di Solo, Sabtu-Minggu (11-12/3/2023) | MettaNEWS/.Puspita

SOLO, MettaNEWS.- Silaturahmi Nasional (Silatnas) Keluarga Mahasiswa Alumni (KMA) – Penerima Beasiswa Supersemar (PBS) berlangsung meriah. Selama dua hari yakni pada Sabtu (11/3/2023) dan Minggu (12/3/2023) para peserta diajak untuk berlibur ke tempat-tempat memorabel di Solo.

Pada Silatnas ini juga berlangsung pelantikan pengurus KMA-PBS Jawa Tengah, periode 2022-2026.

Ketua Panitia Silatnas KMA-PBS, Adib Adjiputra menjelaskan peserta akan menikmati pengalaman wisata menarik di Solo.

“Menikmati malam minggu di Solo dengan mengunjungi kediaman pribadi Presiden Soeharto di Istana Kalitan. Kita akan sarasehan, berdiskusi bareng untuk merumuskan kegiatan yang bermanfaat bagi sesama,” jelas Adib pada sambutannya.

Usai sarasehan, keesokan harinya peserta mengikuti salat subuh berjamaah di Masjid Raya Sheikh Zayed Solo.

“Karena hari Minggu, setelah salat subuh peserta bisa menikmati CFD Slamet Riyadi,” terang Adib.

Agenda selanjutnya adalah mengunjungi sentra batik Girilayu. Adib menuturkan sentra batik Girilayu ini kembali bangkit dengan binaan dari Bank Indonesia Solo.

“Batik Girilayu ini hampir punah dan dibangkitkan kembali oleh Bank Indonesia Solo. Melalui pembinaan-pembinaan,” jelasnya.

Para alumni dari berbagai daerah mengikuti Silatnas KMA-PBS ini. Seperti dari Lampung, Bengkulu, Banten, DKI, Aceh, Jabar, Jateng, DIY, Jatim dan lainnya.

Pada Silatnas tersebut, juga berlangsung pelantikan pengurus dan Ketua Pengurus Daerah KMA-PBS Jawa Tengah.

Ketua Pengda KMA-PBS Jawa Tengah terpilih Muhammad Zamroni, SH., M.Pd. memaparkan program kerja organisasi ini.

“Anggotanya adalah penerima beasiswa Supersemar yang tersebar di seluruh Indonesia. Khususnya Jawa Tengah. Program kita tentu mengakrabkan, menjalin hubungan silaturahmi,” tuturnya.

Zamroni menyebut sebagian alumni penerima beasiswa supersemar ini kebanyakan sudah menjadi orang.penting.

“Penerima beasiswa Supersemar ini sudah menyelesaikan kuliahnya bahkan sudah menjadi warga masyarakat. Dan kebanyakan alhamdulillah ada di pucuk pimpinan lembaga. Baik tingkat nasional, hingga kabupaten/kota,” ungkapnya.

Paguyuban Supersemar, lanjut Zamroni, berdiri sejak program ini berjalan. Tahun 1995/1996 yang digagas oleh Presiden Soeharto. Tujuannya untuk mengentaskan daerah miskin maka diterjunkan para sarjana penggerak pembangunan di daerah tertinggal tersebut.

“Antara tahun 1996-1997 sudah ada pengabdian alumni. Sampai Pak Harto selesai memimpin maka program tidak berlanjut,” tandasnya.

Zamroni menyebut program utama dari KMA-PSB adalah keguyubam untuk membangun kebersamaan.

“Harapannya bisa terus bersama. Karena negeri ini butuh mereka orang-orang yang baik. Orang-orang yang memang punya kepedulian tinggi pada kemajuan bangsa,” pungkasnya.