Salah Seduh Jadi Waduh

oleh
oleh
Kopi
Proses brewing kopi di Kelas Kopi untuk Media di Excelso Solo Paragon Mall, Selasa (7/6/2022) | Metta NEWS / Puspita

KSOLO, MettaNEWS – Kopi dan teh menjadi minuman wajib yang melekat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Indonesia sangat kaya akan dua hasil bumi yang menyebabkan Indonesia dijajah ratusan tahun salah satunya karena kopi. 

Magisnya aroma biji kopi yang digerus menjadi bubuk dan siap seduh mempunyai teknik tersendiri dalam penyajiannya. Untuk mendapatkan bubuk kopi yang sempurna harus dipadukan dengan air dan alat penyeduhan. 

Kalau asal dalam menyeduh kopi siap-siap saja kopi akan hambar bahkan tidak nikmat diminum. Banyak profesi yang dalam kesehariannya berdampingan dengan secangkir atau bercangkir-cangkir kopi. Salah satunya adalah pekerja media massa. 

Agar tidak salah seduh dan keliru penyajian perlu mengetahui karakter dari macam-macam kopi. Bertempat di Excelso Solo Paragon Mall, Selasa (7/6/2022)  kelas kopi khusus media bertema “Mengenal Kopi Single Origin Indonesia” khusus diselenggarakan untuk memperkenalkan jenis-jenis kopi Single Origin yang menjadi kebanggaan Indonesia dan kafe Excelso. 

Area Supervisor untuk Joglosemar Nanang Suranto dan Pangesti Boedhiman, Head of Corporate Communication PT Kapal Api Global. Ada tiga jenis kopi yang diperkenalkan yaitu varian  kopi single origin khas Indonesia Kalosi Toraja, Sumatera Mandheling, dan Luwak Toraja.  

“Kelas kopi ini sudah kami lakukan 3 tahunan ini sebelum pandemi. Kelas kopi sengaja kami adakan untuk media di berbagai kota seperti Jakarta, Surabaya dan Bali. Solo hari ini menjadi kota pertama yang menjadi lokasi kita kunjungi untuk roadshow edukasi  kopi Indonesia,” tutur Pangesti Boedhiman.

Perempuan yang akrab disapa dengan nama Cici ini pernah menggeluti profesi sebagai jurnalis selama 23 tahun sehingga paham bagaimana kedekatan kopi dengan pekerjaan jurnalis. 

“Ada yang menganggap kopi diseduh asal saja rasanya sama. Dari kelas kopi ini kita belajar bahwa cara menyeduh yang berbeda walau kopinya sama akan menghasilkan rasa dan aroma yang berbeda,” ungkapnya. 

Pangesti Boedhiman, Head of Corporate Communication PT Kapal Api Global | Metta NEWS/Puspita

Cici menyebut setiap orang bisa menikmati kopi bahkan untuk mereka yang memiliki keluhan lambung yang sensitif. 

“Coffee for all. Kopi itu untuk semua orang. Misalnya ada yang punya lambung sensitif, kalau kita diajari cara menyeduh yang benar maka ia akan bisa tetap menikmati kopi,” jelasnya.

Pada kelas kopi tersebut, wartawan sangat antusias dan mendapatkan ilmu penyeduhan kopi dengan 3 teknik. 

Dipandu oleh Supervisor Excelso Solo Paragon Mall, Beni Pamungkas, awak media dikenalkan tentang 3 WAYS of COFFEE BREWING (3 Cara Penyeduhan Kopi) dengan menggunakan Coffee Press, Coffee Machine dan Syphon Brew. 

“Mari kita coba untuk mengenali aroma setiap jenis kopi sebelum diseduh dengan mengendus aromanya ketika masih dalam bentuk bubuk. Setelah itu baru kita seduh dan kita hirup lagi aromanya. Idealnya aroma kopi tersebut saat masih dalam bentuk bubuk, akan menghasilkan aroma yang sama setelah diseduh,”  papar Beni yang memandu kelas dengan detail. 

Materi kemudian beralih pada 3 cara menyeduh kopi. Kali ini kopi yang dipilih adalah Kalosi Toraja. Kepada media pun dijelaskan tentang arti istilah Single origin yang sangat identik dengan era gelombang kopi ketiga atau third wave coffee.

“Penjelasan sederhananya, single origin adalah asal mula, atau tempat pertama kopi itu berasal. Umumnya, single origin mengacu kepada satu wilayah, tempat, atau daerah spesifik dan tak bisa direkayasa. Kalosi Toraja ini misalnya, diproduksi dari biji kopi dari perkebunan di Toraja. Bila bibitnya dipindah ke daerah lain, maka aroma kopi yang dihasilkan tidak akan sama,” kata Beni lebih lanjut. 

Dengan jelas Beni memaparkan, dengan teknologi menyeduh kopi yang berbeda, satu jenis kopi yang sama akan menghasilkan aroma, acidity dan body yang berbeda. 

“Aroma adalah bau khas yang dikeluarkan pada waktu pengadukan lapisan bubuk kopi sesaat setelah penyeduhan, contohnya adalah aroma buah (fruity), aroma bau kacang (nut-like), aroma bunga (herbal) dan sebagainya,” paparnya. 

Acidity adalah sensasi keasaman yang menyegarkan bagian dari cita rasa yang terbentuk setelah seduhan dicicipi dan di tahan di dalam rongga mulut selama 3-5 detik. Body adalah sifat kekentalan (mouthfeel) kopi, biasanya dinilai dengan cara menggosokan lidah dengan langit-langit mulut sehingga ada kesan kekentalan dari cairan 

“Tujuan dari teknik penyeduhan kopi untuk mendapatkan cita rasa kopi agar sesuai dengan yang kita inginkan Tentu saja mana yang lebih enak akan tergantung pada selera masing masing konsumen,” imbuh Beni. 

Kopi yang diseduh dengan menggunakan coffee press akan menghasilkan seduhan yang baik aroma, acidity dan bodynya terbilang berskala sedang, sementara seduhan dengan coffee machine akan menghasilkan level acidity dan body yang tertinggi, dengan aroma berskala medium. 

Bagi para penggemar kopi yang lebih menikmati kopi melalui aroma harum dan rasa yang lebih asam, dapat memilih cara menyeduh kopi menggunakan alat bernama Syphon Brew. 

“Hasil seduhannya akan menghasilkan aroma yang lebih harum, tingkat acidity berskala tinggi, sementara bodynya cenderung tidak kental,” terang Beni sebelum menutup kelas media dengan sesi tanya jawab dan berfoto bersama.