SOLO, MettaNEWS – Memasuki usia yang ke-2 tahun pada 10 Oktober esok, Hotel Solia Zigna Hotel semakin menunjukkan eksistensinya. Terbukti, di hari bersejarahnya tahun ini Hotel Solia Zigna aktif menggelar beragam acara menarik.
Dari empat acara yang sudah diadakan, satu diantaranya mampu memecahkan rekor Muri (Museum Rekor Dunia Indonesia). Acara tersebut yakni fashion show Festival Laweyan 2022 pada Minggu (2/10/2022) di halaman belakang Hotel Solia Zigna.
Bertema Nyawiji Kunokini, acara tersebut, sukses memecahkan rekor sebagai peragaan busana batik Laweyan pertama yang diiringi nyanyian dan tarian etnik. Ada 150 peraga busana, delapan penari, satu dalang pembuka dan 10 musikus etnik yang dilibatkan.
Selain fashion, rangkaian acara HUT Hotel Solia Zigna juga diisi dengan Zigna Berbagi and Touring ke Tawangmangu, donor darah, dan talkshow di Life From Location (LFL) Car Free Day Solo bareng Radio Metta Solo FM, Minggu (9/10/2022).
“Di CFD ini adalah rangkaian yang ke-3, kemarin ada Zigna berbagi and touring di Tawangmangu lalu blood donation juga sudah kita lakukan, pemecahan rekor muri fashion show Solia Zigna, puncak acaranya besok Jumat tanggal 14,” kata General Manager Solia Zigna, Gusti Muchlis.

Sebelum talkshow di mulai, pengunjung CFD disuguhkan dengan acara seru seperti zumba bersama Zin Ruri, DJ perform, parade tradisional music dan reog Solo. Selain itu ada 400 cup kopi gratis C&L Coffee X Home Roastery bernomor undian untuk memeperbutkan belasan hadiah Hotel Solia Zigna.
Pengunjung pun begitu antusias untuk ikut dalam games dan doorprize yang diadakan sepanjang acara. Keseruan ini berlangsung dari pukul 06.00 hingga 08.30 WIB.
“Masyarakat sangat antusias mengikuti acara demi acara yang diadakan. Terlebih ada 16 hadiah yang kita bagikan di CFD ini,” katanya.

Berbicara tentang usia, 2 tahun merupakan usia yang masih begitu muda. Namun Hotel Solia Zigna mampu menjadi salah satu hotel terbaik di Kota Bengawan. Pun tantangan demi tantangan telah dilewatinya saat berhadapan dengan badai pandemi Covid-19.
Kendati demikian, hal ini tak menyurutkan Hotel Solia Zigna untuk terus berkecimpung di dunia perhotelan. Untuk itu di ulang tahun yang ke-2 ini Hotel Solia Zigna mengusung tema tak biasa, yakni Faster 2 be Famous.
“Faster 2 be Famous artinya di tahun ke-2 ini setalah pandemi telah berakhir kita pengin lebih cepat lagi untuk meraih pencapaian yang lebih bagus lagi dari pada tahun-tahun sebelumnya dan juga bisa lebih dikenal oleh masyarakat luas,” terang Gusti.

Dikatakan Gusti, di tahun kedua Hotel Solia Zigna berkiprah di dunia pariwisata, banyak target yang menjadi titik fokus pencapaian.
“Target kita akan lebih eksistensi lagi di pariwisata Solo khususnya perhotelan, harapannya tim Solia Zigna semakin lebih solid lagi dan bisa memberikan yang terbaik untuk tamu,” pungkasnya.
Harapan dan doa juga mengalir dari seniman reog Sanggar Aji Purnomo yang ikut memeriahkan HUT Hotel Solia Zigna ini.
“Kami berharap semoga Solia Zigna semakin sukses lancar kedepannya apa yang dicita-citakan tercapai,” kata Thomas Frendi Pradana, Ketua Reog Solo Sanggar Aji Purnomo kepada MettaNEWS.

Pihaknya merasa senang dipercaya Hotel Solia Zigna dalam HUT ke-2 tahun ini. Terlebih sanggarnya telah dua kali dilibatkan. Dengan begitu, ia menilai Solia Zigna ikut nguri-uri budaya Indonesia.
“Ini kedua kalinya diajak Solia Zigna, dulu menyambut Wali Kota di hotel satu tahun yang lalu. Khusus di HUT ke-2 ini kami menampilkan tarian pucang ganong, tarian jathilan, tarian dadak merak dan guyon waton yang diikuti 25 penari agar semakin meriah,” terangnya.












