Polresta Surakarta Bekali Pelajar Jurus Cerdas Gunakan AI, Waspadai Hoaks dan Deepfake

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang semakin pesat mendorong Polresta Surakarta untuk memperkuat literasi digital di kalangan pelajar. Melalui program Polresta Surakarta Paham AI, polisi turun langsung ke sekolah untuk mengajarkan cara memanfaatkan AI secara produktif, etis, aman, dan bertanggung jawab.

Program tersebut digelar di SMK Negeri 2 Surakarta, Rabu (12/8/2026), dan menjadi bagian dari upaya membekali generasi muda agar tidak hanya mampu menggunakan AI, tetapi juga kritis terhadap berbagai risiko penyalahgunaannya.

Program Polresta Surakarta Paham AI berada di bawah naungan Senopati Institut dan berkolaborasi dengan Polda Jawa Tengah. Dalam kegiatan tersebut, personel Polresta Surakarta yang telah mendapatkan pelatihan sebagai trainer memberikan materi kepada para siswa.

Kapolresta Surakarta Kombes Pol Catur Cahyono Wibowo melalui Kabag SDM Kompol Riyadi Supriyadi mengatakan, kemajuan AI membuat proses pembuatan berbagai jenis konten menjadi semakin mudah.

Namun, kemudahan tersebut juga membawa tantangan karena AI dapat digunakan untuk membuat informasi palsu hingga memanipulasi gambar, suara, dan video.

“AI memberikan banyak manfaat bagi pendidikan dan kehidupan sehari-hari. Namun, teknologi yang sama juga dapat digunakan untuk membuat informasi palsu, manipulasi gambar, suara maupun video. Karena itu, para siswa perlu memahami bukan hanya cara menggunakan AI, tetapi juga bagaimana menggunakannya secara etis dan bertanggung jawab,” beber Kompol Riyadi.

Menurut Riyadi, penyalahgunaan AI tidak hanya menjadi persoalan teknologi, tetapi juga dapat menimbulkan dampak sosial dan hukum.

Teknologi tersebut, misalnya, dapat dimanfaatkan untuk melakukan penipuan, mencemarkan nama baik, menyebarkan informasi palsu, hingga merugikan orang lain.

Karena itu, para siswa dibekali pemahaman mengenai etika penggunaan AI, verifikasi informasi, cara mengenali hoaks dan deepfake, serta pemanfaatan AI sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar.

Sejumlah materi yang diberikan meliputi Introduction to AI, Ethical Use of AI, Fighting Hoax With AI, serta AI Prompts 101.

Pelatihan juga dirancang untuk mengukur perkembangan pemahaman peserta. Para siswa terlebih dahulu mengikuti pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal mengenai AI.

Setelah mendapatkan materi dari para trainer, siswa kemudian mengikuti post-test untuk mengukur pemahaman mereka setelah mengikuti pelatihan.

Kompol Riyadi mengatakan program Polresta Surakarta Paham AI tidak berhenti di SMK Negeri 2 Surakarta. Kegiatan serupa akan digelar secara bergilir dari satu sekolah ke sekolah lainnya setiap pekan.

Dengan pola tersebut, Polresta Surakarta menargetkan semakin banyak pelajar di Kota Surakarta mendapatkan pemahaman dasar mengenai AI, termasuk mengenali potensi penyalahgunaan teknologi tersebut.

Langkah itu sekaligus menjadi bagian dari upaya kepolisian menghadapi perubahan pola penyebaran informasi di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital.

Riyadi menuturkan, ketika AI semakin mudah digunakan untuk menghasilkan konten yang tampak meyakinkan, kemampuan masyarakat untuk memeriksa kebenaran informasi menjadi semakin penting.

“Jangan sampai generasi muda hanya menjadi pengguna AI. Mereka harus menjadi pengguna yang cerdas, kritis, dan memahami batasan dalam penggunaannya,” tegasnya.

Melalui program tersebut, Polresta Surakarta berharap pelajar tidak hanya dapat memanfaatkan AI untuk mendukung pendidikan dan kreativitas, tetapi juga memiliki kesadaran mengenai etika, keamanan, dan tanggung jawab digital.

Dengan bekal tersebut, generasi muda diharapkan mampu memanfaatkan AI secara positif sekaligus lebih kritis dalam menghadapi hoaks, deepfake, dan berbagai konten digital yang semakin sulit dibedakan dari informasi asli.