Penyakit Benjolan Ternak Serang 32 Sapi, Masyarakat Boyolali Waspada Penyebaran

oleh
Sapi
Ilustrasi | MettaNews/Adinda Wardani

BOYOLALI, MettaNEWS – Penyakit Benjolan pada hewan ternak atau Lumpy Skin Disease (LSD) tengah menyerang Kabupaten Boyolali. Kini masyarakat harus waspada dengan adanya penyakit tersebut.

Penyakit kulit oleh virus ini menyerang ternak sapi dan kerbau melalui gigitan vector seperti lalat, nyamuk dan caplak. Yang menyebabkan banyak benjolan pada tubuh hewan ternak tersebut.

Penyakit LSD ini telah menyerang ternak sapi di Desa Pakang, Kecamatan Andong beberapa waktu yang lalu. Dari data dari Dinas Peternakan dan Perikanan Boyolali, terdapat 606 sapi suspek LSD dan 32 positif terjangkit, serta sembuh 20.

“Kita uji lab untuk menentukan hasil. 32 terjangkit dari total 606 yang kita tes,” kata Kepala Disnakkan, Lusia Dyah Suciati seperti dalam laman boyolali.go.id(18/1/2023).

Pemerintah dan para peternak melakukan biosecurity dan cek hewan ternak pada pasar hewan. Selain itu, pihaknya juga melakukan vaksinasi ke hewan ternak yang terjangkit penyakit LSD.

“Vaksin kami total 3.700, sudah terdistribusi di UPT puskeswan dan sebagian di sini (kantor) untuk melayani yang sekiranya emergency. Kami sedang mengupayakan tambahan vaksin dengan melayangkan surat ke provinsi,” terangnya.

Pengobatan Penyakit Benjolan Ternak (LSD)

Sementara itu, Kepala Bidang Kesehatan Hewan Boyolali, Afiany Rifdania mengatakan bahwa hewan ternak yang terkena penyakit LSD memiliki gejala benjolan di tubuh hewan ternak. Hal tersebut akan mempengaruhi harga jual hewan ternah tersebut.

“Para peternak, mohon sabar mengikuti proses penyembuhan dan pengobatan. Lakukan saja karena ini sudah banyak terbukti sudah sembuh dan kembali mulus (hewan ternak) nanti jadi gemuk lagi, luka menghilang dan bisa kembali meningkatkan harga jual,” ujar Afi.

Pengobatan sapi dan kerbau selain vaksinasi, yakni pemberian obat dan vitamin setiap 10 hari sekali selama satu bulan untuk mematikan virus. Selain itu mengobati bekas luka pada hewan ternak sehingga hewan ternak bisa pulih kembali.

Pihaknya mengajak kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan asupan gizi pada hewan ternak.

“Paling utama itu menjaga kebersihan karena penularan lewat vektor. Dan mohon bantuan dari masyarakat untuk juga menjaga asupan gizi,” pungkasnya.