SOLO, Metta NEWS – Angka harian paparan Covid-19 di Solo mendekati 2000 kasus. Tempat isolasi terpusat yang disiapkan oleh Pemkot Solo di Ndalem Priyosuhartan telah terisi 34 pasien OTG dengan daya tampung hanya 41 pasien.
Dengan perkembangan kondisi yang terjadi saat ini, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming menjelaskan selain Ndalem Priyosuhartan, Rumah Sakit Lapangan atau Rumkitlap milik TNI AD di Benteng Vastenburg kembali diaktifkan.
“Isoter di Ndalem Priyosuhartan hampir penuh, ini sudah mau kita tambahi lagi lokasi isoternya. Pak Danrem dan Pak Dandim sudah siapkan tempat di rumkitlap, tenang saja,” ungkap Gibran ketika ditemui di kegiatan pemusnahan barang bukti di Kejari Solo, Selasa (15/02/2022).
Ditemui di lokasi yang sama, Danrem 074/Warastratama Surakarta Kolonel (Inf) Rudy Saladdin menyampaikan rumkitlap milik TNI di Benteng Vastenburg kembali diaktifkan meskipun saat ini belum ada pasien yang menempati rumkitlap tersebut.
“Rumkitlap yang ada di Benteng Vastenburg sudah kita siagakan secara optimal. Kapasitasnya mampu menampung 80 orang kondisi OTG dan gejala ringan. Tenaga kesehatan termasuk operasionalnya juga sudah didukung,” kata Rudy.
Sejak terjadi penurunan kasus Covid pada September 2021, Rudy menjelaskan fasilitas rumkitlap seperti tenda, bed, genset dan lainnya tidak dibongkar.
“Untuk tenaga kesehatan yang berasal dari RS DKT Slamet Riyadi juga sudah siap jika sewaktu-waktu ada pasien yang dirujuk untuk menjalani isolasi di sana,” ujar Rudy.
Rudy menyebut hingga saat ini belum ada pasien Covid-19 dari wilayah Surakarta yang menjalani isoter di rumkitlap.
“Namun sampai saat ini kita intens koordinasi apabila nanti isoter di Ndalem Priyosuhartan sudah melampaui batas maksimal kemungkinan akan diarahkan ke rumkitlap,” tandasnya.
Rumkitlap, lanjut Rudy diprioritaskan untuk pasien dengan jenis kelamin laki-laki karena bangunan yang digunakan berupa tenda-tenda di lapangan.
“Sebenarnya kondisinya layak untuk semua pasien baik itu laki-laki maupun perempuan. Namun nanti akan diatur untuk pasien wanita mungkin di Priyosuhartan,” ungkap Rudy.
Rudy juga menghimbau pada masyarakat untuk tidak khawatir berlebihan dan tetap menjaga imunitas serta protokol kesehatan.
“Tenaga medis di rumkitlap sudah siap, minimal akan ada 5 hingga 15 tenaga kesehatan. Jumlah tenaga medis nantinya akan diseusikan dengan jumlah pasien yang menjalani isoter di rumkitlap,” jelasnya.
Untuk warga yang akan menjalani isoter di rumkitlap adalah berdasarkan hasil rujukan dari hasil tracing yang dilakukan puskesmas yang juga melibatkan Dinas Kesehatan Kota (DKK) Solo dan juga Bhabinkamtibmas di wilayah domisili pasien.
“Namun kami anjurkan sesuai dengan arahan pemerintah untuk yang OTG termasuk gejala ringan disarankan untuk melakukan isolasi mandiri di rumah dengan tertib. Tapi kalau tidak memungkinkan bisa menggunakan isoter yang disediakan oleh Pemkot Surakarta,” pungkasnya.








