SOLO, MettaNEWS– Wali Kota Surakarta, Respati Ardi, mengapresiasi gelaran Pasar Pasaran yang berlangsung di Taman Balekambang pada 10–12 April 2026.
Pasar Pasaran dinilai mampu menggerakkan ekonomi lokal sekaligus menghadirkan ruang kreatif bagi masyarakat.
Respati menyebut Pasar Pasaran bukan sekadar tempat transaksi jual beli, tetapi juga menjadi wadah bertemunya kreativitas, budaya, dan pemberdayaan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Sebanyak 46 tenant terlibat, menghadirkan beragam produk mulai dari kuliner, minuman, kerajinan tangan hingga fesyen.
“Saya mengapresiasi gelaran Pasar Pasaran di Balekambang ini. Acara seperti ini menghadirkan suasana yang hangat, kreatif, dan menyenangkan bagi masyarakat, sekaligus memberi ruang nyata bagi pelaku UMKM untuk tumbuh dan dikenal lebih luas,” terang Respati.
Kegiatan semacam ini lanjut Respati penting untuk terus didorong karena mampu menghidupkan ruang publik dengan aktivitas positif. Apalagi, Pasar Pasaran hadir dengan konsep tematik yang kuat, lengkap dengan dekorasi menarik serta pertunjukan seni yang menambah daya tarik pengunjung.
“Kita ingin ruang-ruang publik di Kota Solo terus hidup oleh kegiatan yang kreatif, inklusif, dan memberi manfaat ekonomi. Ketika masyarakat datang, menikmati suasana, berbelanja produk lokal, dan tenant merasakan dampaknya, di situlah kota bekerja paling dekat dengan warganya,” jelasnya.
Respati menambahkan, Pemerintah Kota Surakarta akan terus mendukung berbagai inisiatif kreatif yang mampu memperkuat ekosistem UMKM, pariwisata, dan ekonomi kreatif. Ia menilai Pasar Pasaran menjadi contoh sukses event tematik yang mampu membangun pengalaman baru sekaligus memperluas promosi produk lokal.
“Pasar Pasaran membuktikan Solo punya potensi besar sebagai kota kreatif. Tinggal bagaimana kita rawat kolaborasi, memperkuat panggungnya, dan memastikan pelaku UMKM mendapat ruang lebih luas,” imbuhnya.
Gelaran ini juga mencatat antusiasme luar biasa dari masyarakat, khususnya generasi muda. Jika sebelumnya Pasar Pasaran digelar di pusat perbelanjaan dengan kapasitas terbatas, tahun ini konsep ruang publik terbuka justru menarik lonjakan pengunjung signifikan.
“Informasi dari panitia, pengunjung mencapai lebih dari 10.000 orang per hari tanpa pengkondisian. Ini luar biasa,” kata Respati.
Sementara itu, Founder Hello Market Solo, Widya Rosena, menjelaskan Pasar Pasaran dirancang sebagai pasar tematik yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang transaksi, tetapi juga ruang pengalaman bagi pengunjung.
“Melalui acara ini, kami menghadirkan berbagai brand dari sektor F&B, produk organik, health, beauty, hingga hobi. Kami ingin menciptakan ruang bagi pelaku kreatif untuk memperkenalkan produk secara langsung dalam suasana yang nyaman dan menarik,” paparnya.
Pemerintah Kota Surakarta berharap kegiatan serupa dapat terus berkembang dan memperkuat identitas Solo sebagai kota budaya yang terbuka terhadap inovasi, kreativitas, serta pertumbuhan ekonomi kerakyatan.








