SOLO, MettaNEWS – Pemerintah Kota Solo tampaknya serius berniat menggusur Pasar Kabangan di Jalan Radjiman, kawasan Laweyan untuk membangun tempat parkir, lalu memindahkan para pedagang ke Pasar Jungke. Pedagang pun tak menolak jika harus direlokasi, namun meminta lapak yang cukup untuk area workshop dan ada sekat dengan pedagang Pasar Jungke agar tak saling mengganggu.
Selasa (21/6/2022) siang, Dinas Perdagangan Kota Solo mengundang lima perwakilan pedagang untuk membahas rencana tersebut. Dalam sosialisasi, diungkapkan Detail Engineering Design (DED) Pasar Jungke dan Pasar Kabangan, keduanya akan disatukan di Pasar Jungke yang berjarak 500 meter ke barat.
“Kami akan direlokasi, lahannya akan dijadikan tempat parkir kendaraan pengunjung Kampung Batik Laweyan di seberang jalan. Sebenarnya kalau dipikir-pikir agak kurang pas. Keberadaan Pasar Kabangan ini dengan Kampung Batik Laweyan sama-sama bisa menjadi daya tarik wisata. Dari Laweyan, pengunjung bisa mampir ke sini untuk berbelanja alat-alat rumah tangga yang unik karena sebagian besar dibikin di tempat ini dari bahan drum bekas,” ucap Kelik Mulyono (39) salah satu pedagang seusai sosialisasi.
Kelik menyebut, pihaknya memang tidak bisa menolak jika pemerintah memutuskan pedagang harus dipindahkan. Namun mereka berharap ada beberapa keinginan pedagang bisa mendapat perhatian.
“Karena dagangan kami ini tidak ringkas, lapak di pasar baru nanti mohon bisa sedikit lebih luas. Karena harus ada ruang untuk workshop juga di setiap lapak. Harus ada semacam sekat dengan pedagang Pasar Jungke. Karena mereka kan berjualan makanan, supaya juga tidak terganggu dengan kehadiran kami. Ada suara bising karena proses produksi,” ucapnya kepada MettaNEWS.
Kelik menyebut, baru pertama kali ini diadakan rapat dengan Dinas dan perwakilan. Sebelumnya meskipun sudah mengetahui soal rencana relokasi dirinya masih belum tau kepastian rencana ini lantaran belum ada informasi resmi. Rencana penggusuran Pasar Kabangan sudah terdengar sejak era Wali Kota Jokowi, namun tak kunjung terlaksana hingga Jokowi menjadi Gubernur DKI pada tahun 2012. Ketika Wali Kota FX Hadi Rudyatmo, rencana kembali terdengar, namun kabarnya Pemkot gagal mendapatkan investor.
“La sekarang Wali Kotanya Gibran, sepertinya ini beneran mau direlokasi. Tapi ya mestinya kan di sana dibangun dulu, baru kami pindah. La mosok pindah tapi tempatnya belum ada,” imbuh Sugito (60), pemilik dua lokal kios di Pasar Kabangan.
Pasar Kabangan bernuansa cukup unik. Di sana hampir semua pedagang memproduksi sendiri peralatan rumah tangga seperti dandang, oven, cerek, loyang, tong sampah dan semacamnya. Ada yang menggunakan bahan pelat seng atau alumunium baru, namun mereka juga memanfaatkan drum bekas sebagai bahan. Selain itu, sekarang banyak juga tersedia tong-tong plastik bekas kemasan kimia.
Sebelum tahun 1980-an, pasar berlokasi juga di Jalan Radjiman, namun jauh ke timur di pusat kota dekat Pasar Kembang. Setelah dipindah ke lokasi sekarang, pasar itu pernah terbakar habis pada tahun 2003.








