SOLO, MettaNEWS – Industri Jasa Keuangan (IJK) di wilayah Solo Raya terjaga stabil dengan mencatatkan kinerja dan pertumbuhan positif pada periode November 2024. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Solo menilai kondisi dari pertumbuhan di masing-masing sektor industri keuangan dengan profil risiko yang terjaga.
Kepala OJK Solo Eko Hariyanto menyampaikan, berdasarkan data kinerja sektor jasa keuangan di wilayah Solo Raya posisi November 2024, stabilitas sektor perbankan tetap terjaga dan tumbuh secara yoy.
Aset perbankan naik sebesar 1,26 persen menjadi Rp120,29 triliun dari sebelumnya Rp118,79 triliun. Kredit/Pembiayaan perbankan juga mengalami peningkatan sebesar 0,19 persen mengalami peningkatan sebesar Rp200 miliar. Selain itu, untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tercatat mengalami peningkatan sebesar 3,58 persen menjadi Rp97,67 triliun.
Selain sektor perbankan, berdasarkan data posisi November 2024, perkembangan jumlah investor Pasar Modal di wilayah Solo Raya mengalami perkembangan SID wilayah karesidenan Solo secara mtm dan yoy.
“Pada posisi bulan November 2024 total SID mengalami peningkatan sebesar 6.813 SID (1,40 persen) secara mom, dari 487.586 SID menjadi 494.399 SID. Sedangkan SID yoy tercatat meningkat sebesar 77.575 SID (18,61 persen), dari 487.586 SID pada bulan November 2023 menjadi 494.399 SID pada bulan November 2024. SID dimaksud meliputi SID Saham, SID Reksadana, SID SBN, dan SID E-BAE,” ungkap Eko.
Sedangkan untuk transaksi saham tertinggi dicapai oleh Kota Surakarta sebesar Rp982,66 miliar dan diikuti oleh Kabupaten Klaten sebesar Rp463,94 miliar pada periode November 2024. Adapun pada posisi bulan November 2024, terdapat penurunan nilai transaksi saham secara mom sebesar Rp429,60 miliar (15,23 persen), dari Rp2,82 triliun pada bulan Oktober 2024 menjadi Rp2,39 triliun pada bulan November 2024. Namun demikian, transaksi saham mengalami peningkatan secara yoy sebesar Rp382,71 miliar (19,06 persen), dari Rp2,01 triliun pada bulan November 2023 menjadi Rp2,39 triliun pada bulan November 2024.
Selanjutnya, likuiditas perbankan di wilayah Solo Raya pada November 2024 masih terjaga dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) pada angka 109,20 persen. Adapun penyaluran kredit perbankan berdasarkan sektor ekonomi didominasi oleh penyaluran kredit pada sektor industri pengolahan sebesar Rp28,22 triliun kemudian kredit untuk sektor perdagangan besar dan eceran sebesar Rp27,17 triliun.
“Berdasarkan jenis penggunaannya, penyaluran kredit terbesar dalam bentuk kredit modal kerja sebesar Rp59,90 triliun dan kredit terbesar berdasarkan jenis usaha adalah kredit untuk kategori bukan UMKM sebesar Rp58,68 triliun,” pungkasnya.







