NVIDIA Sosialisasikan Teknologi AI Gandeng Ribuan Mahasiswa dan Dosen di Solo

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Untuk mendukung kultivasi talenta digital tersebut, NVIDIA menggelar workshop memperkenalkan manfaat kecerdasan artifisial kepada civitas akademika/dunia pendidikan tinggi/perguruan tinggi di kota Solo.

Roadshow edukasi NVIDIA ini juga mendukung mewujudkan Visi Indonesia Emas 2045, Indonesia memerlukan talenta digital dengan ketrampilan dan penguasaan berbagai kemajuan teknologi. Salah satunya adalah generative AI yang telah disematkan di berbagai personal computer (PC) berbasis kecerdasan artifisial.

Workshop berlangsung di Pendapi Gede Balai Kota Solo, Sabtu (28/9/2024) melibatkan lebih dari 1000 mahasiswa dan dosen.

Consumer Business Lead, NVIDIA Indonesia Adrian Lesmono mengatakan ini merupakan komitmen nyata NVIDIA dalam meningkatkan kompetensi dan ketrampilan talenta digital masa depan.

“Dengan workshop di kota-kota besar di Indonesia, NVIDA berharap dapat mendorong kolaborasi yang lebih erat antara industri dan dunia Pendidikan. Serta meningkatkan edukasi kepada civitas akademika tentang teknologi masa depan,” kata Adrian.

Pada workshop tersebut Adrian memaparkan peran solusi AI generatif dalam mengasah ketrampilan talenta digital. Serta juga bagaimana kesempatan dan tantangan bagi dunia Pendidikan dalam menerapkan teknologi masa depan ini.

“Saat ini kita melihat antara edukasi dan AI bisa bergabung dan menjadi senjata untuk semua orang. Kita melihat kontribusi terbesar yang bisa kita lakukan adalah turun ke bawah bekerja sama berkolaborasi dengan edukasi, bisnis, UMKM dan sekolah. Karena teknologi adalah kunci sukses Indonesia untuk maju melawan negara-negara lain di dunia,” bebernya.

Adrian mengungkapkan sosialisasi di Solo ini adalah bagian dari roadshow NVIDIA.

“Kita sekarang lagi ada misi edukasi untuk membawa pengertian dan skillset mengenai penggunaan AI di masyarakat. Kita lewat akademisi, UNS salah satunya. Ini bukan yang pertama, kemarin sudah ke Medan, IPB (Bogor). Kami ada rencana ke Palembang, Jakarta dan tahun lalu ke Surabaya dan Malang,”

Adrian menargetkan edukasi ini lebih menyasar lebih dulu ke mahasiswa, sekolah dan SMA dan SMK.

“Tujuannya, kita percaya untuk memajukan inovasi itu skillset nya kita bangun dulu. Dan AI skilset itu sebagai pondasi kita mengubah cara berpikir. Jadi itu kita percaya bahwa skill AI itu sama seperti skill menggunakan komputer. Kadang-kadang itu banyak orang masih mikir tuh ya cuman sekedar tools aja, tapi kita melihat lebih dari itu. AI itu jadi cara kita menggunakan teknologi, cara kita berpikir sedikit berbeda,” bebernya.

Adrian memaparkan bagaimana melihat teknologi AI secara input dan output.

“Bagaimana kita menggunakan AI akan membuat dari sudut pandang berbeda. Dan saya langsung demokan, contoh yang sudah jadi, aplikasi-aplikasi apa saja. Dan oportunity bisnisnya apa aja. Saya percaya ini bukan yang terakhir dengan UNS,” ungkapnya.

Terkait kemungkinan AI masul dalam kurikulum sekolah vokasi UNS, Adria menyambut dengan tangan terbuka. Pengajaran dari sisi akademisnya NVIDIA untuk AI yang lebih canggih

“NVIDIA menyebutnya deept learning institute. Tapi memang membutuhkan persiapan jauh. Hari ini yang kita bawa sesuatu yang bisa di follow up itu perencanaan dari UNS harus punya policy sendiri bagaimana menerapkan AI secara etika untuk menerapkan AI di masing-masing pengajaran. Jadi harus ada frame work nya. Ini benefitnya besar sekali. Kalai tidak pakai etika nanti orang mainnya sendiri-sendiri bisa kena masalah di AI.

Dengan menerapkan AI pada pengajaran, Adrian mengungkapkan pekerjaan akan terstruktur dan semua mahasiswa juga tahu cara pakai yang benar.

“Bisa menggunakan teknologi dari NVIDIA dan membutuhkan device yang tepat. Menyesuaikan antara pelajar dan pengajar,” jelasnya.

Telnologi AI di Indonesia menurut Adrian masih ada area untuk improvement.

“Dibandingkan dengan negara lain kita masih sedikit ketinggalan. Tapi Indonesia kan besar sekali jadi memang harus roadshow ke kota-kota. Beda dengan negara lain yang luasannya lebih kecil dari Indonesia. Jadi masih big oportunity,” pungkasnya.