Netrasa.id Diluncurkan di Solo, Platform Digital Bantu Terapis Tunanetra Perluas Pasar

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Program pemberdayaan ekonomi inklusif yang didukung Australia-Indonesia Institute (AII) melahirkan Netrasa.id, platform digital yang menghubungkan terapis penyandang disabilitas netra dengan masyarakat pengguna layanan pijat. Inovasi ini diharapkan membuka akses pasar lebih luas sekaligus mendorong kemandirian ekonomi para terapis.

Netrasa.id diperkenalkan dalam acara penutupan program Inclusive Digital Marketing Training for Women Breadwinners and Visually Impaired People di kawasan Loji Gandrung, Surakarta, Minggu (11/10/2026). Kegiatan yang bertepatan dengan Car Free Day (CFD) di Jalan Slamet Riyadi tersebut juga menghadirkan expo layanan pijat oleh terapis disabilitas netra dan stan produk usaha perempuan peserta pelatihan.

Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, hadir dalam acara tersebut sekaligus memberikan apresiasi atas peluncuran Netrasa.id. Ia mengapresiasi kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pemberdayaan ekonomi yang inklusif, khususnya bagi penyandang disabilitas dan kelompok masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses usaha.

Kehadiran Pemerintah Kota Surakarta menjadi bentuk dukungan terhadap upaya memperluas kesempatan berusaha bagi kelompok masyarakat rentan melalui pemanfaatan teknologi digital.

Program yang berlangsung sejak Juli hingga Oktober 2026 di wilayah Solo Raya tersebut diinisiasi Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI). Pelaksanaannya melibatkan Universitas Sebelas Maret (UNS), UNSW Australia, Center for Digital Economy and Consumer Insight (CDEMCI), serta Lembaga Bantuan Hukum Majelis Hukum dan Hak Asasi Manusia (LBH MHH) Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah Jawa Tengah.

Sebanyak 48 peserta mengikuti pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan kewirausahaan dan pemasaran digital. Peserta mendapatkan materi mulai dari pengembangan nilai produk dan layanan, strategi penetapan harga, pencatatan keuangan sederhana, pembuatan konten promosi, hingga pemanfaatan media sosial dan WhatsApp untuk pemasaran serta pengelolaan pelanggan.

Pelatihan juga dilengkapi pendampingan dan simulasi penjualan agar peserta dapat langsung menerapkan keterampilan yang diperoleh dalam kegiatan usaha mereka.

Dorong Kemandirian Ekonomi Terapis Tunanetra

Ketua Umum AIBI sekaligus akademisi UNS, Catur Sugiarto, menjelaskan, pengembangan Netrasa.id merupakan bagian dari pendekatan pemberdayaan yang berorientasi pada hasil nyata.

Menurutnya, pelatihan tidak hanya bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memanfaatkan teknologi digital, tetapi juga mendorong terciptanya solusi bisnis yang dapat terus berkembang setelah program berakhir.

“Melalui Netrasa.id, terapis penyandang disabilitas netra diharapkan mampu menjangkau pelanggan yang lebih luas, mengelola permintaan layanan dengan lebih baik, serta membangun peluang pendapatan secara mandiri dan berkelanjutan,” tutur Catur.

Platform tersebut menjadi salah satu hasil nyata dari upaya menghubungkan peningkatan keterampilan individu dengan pengembangan ekosistem usaha yang mendukung keberlanjutan bisnis.

Selain layanan pijat dari terapis disabilitas netra, program ini juga menyasar perempuan pencari nafkah utama keluarga. Melalui pelatihan dan pendampingan, mereka didorong meningkatkan kemampuan pemasaran serta memperluas jangkauan konsumen untuk produk yang dihasilkan.

Pada acara penutupan, peserta juga berkesempatan memperkenalkan produk dan jasa secara langsung kepada masyarakat melalui expo. Kegiatan tersebut menjadi ruang praktik untuk menerapkan strategi pemasaran yang telah dipelajari selama pelatihan. Penghargaan turut diberikan kepada peserta terbaik, disertai penyampaian pengalaman peserta selama mengikuti program.

Kolaborasi untuk Ekonomi Inklusif

Dukungan Australia-Indonesia Institute melalui skema hibah kerja sama Indonesia–Australia menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dalam memperkuat pemberdayaan masyarakat berbasis keterampilan dan inovasi.

Sinergi antara organisasi inkubator bisnis, perguruan tinggi, organisasi masyarakat sipil, dan pemerintah daerah menjadi faktor penting dalam mengembangkan program yang tidak berhenti pada pelatihan, tetapi berlanjut pada penguatan usaha dan perluasan akses pasar.

Melalui Netrasa.id, program ini diharapkan menjadi contoh praktik pemberdayaan ekonomi inklusif yang dapat dikembangkan di daerah lain.

Inisiatif tersebut sekaligus menunjukkan bahwa transformasi digital bukan sekadar penggunaan teknologi, melainkan upaya membuka kesempatan ekonomi yang lebih luas dan setara bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas netra dan perempuan pencari nafkah utama keluarga.