SOLO, MettaNEWS – Forum Insinyur Muda (FIM) Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Tengah menggelar Musyawarah Wilayah Luar Biasa (Muswilub) pada Sabtu, 21 Juni 2025 di Solo Technopark.
Agenda ini menjadi momentum strategis regenerasi kepemimpinan dan penguatan kolaborasi antargenerasi insinyur di Jawa Tengah.
Muswilub ini dihadiri perwakilan dari PII Pusat, FIM PII Pusat, PII Wilayah Jawa Tengah, dan PII Cabang Surakarta. Dalam sambutannya,
Ketua FIM PII Pusat, Ir. Isditya, S.T., IPM, menegaskan pentingnya kaderisasi dan penguatan komunikasi antarlembaga. Ia juga memperkenalkan Mas Mirza sebagai penghubung antara FIM PII Jateng dan PII Pusat.
“FIM harus menjadi ruang tumbuh bagi insinyur muda agar siap menghadapi tantangan global. Regenerasi itu kunci,” ujar Isditya.
Sekretaris PII Cabang Surakarta, Agung Darmawan, S.T., IPM, berharap kepengurusan baru mampu mengedepankan kerja kolaboratif dan realistis.
Hal senada disampaikan Ketua PII Wilayah Jawa Tengah, Dr. T. Ir. Herry Ludiro Wahyono, S.T., M.T., IPU, ASEAN Eng., yang mengajak pengurus baru aktif dalam organisasi serta bersinergi dengan program-program PII wilayah.
“Organisasi ini bukan hanya tempat kumpul, tetapi wadah sinergi antarinsinyur untuk memberi dampak nyata pada masyarakat,” ujarnya.
Wakil Sekretaris Jenderal PII, Ir. Haudhi Ramdayuza, S.T., IPM, ASEAN Eng., menambahkan bahwa Muswilub menjadi langkah strategis membangun kepemimpinan berkelanjutan dan menyatukan semangat para insinyur muda.
Puncak Muswilub menghasilkan terpilihnya Prima Dewi R., S.T.P., M.Sc. sebagai Ketua FIM PII Jawa Tengah periode 2025–2028, menggantikan Ir. Andika Pradifan, S.T., IPP. Dalam pidato perdananya, Prima menekankan pentingnya kolaborasi lintas disiplin ilmu dan teknologi untuk menjawab kompleksitas tantangan dunia keinsinyuran masa depan.
“Kolaborasi adalah kunci. Kita tidak bisa bergerak sendiri dalam menghadapi era transformasi teknologi dan pembangunan berkelanjutan,” kata Prima.
Muswilub FIM PII Jawa Tengah di Solo Technopark ini menjadi cermin semangat baru insinyur muda untuk membangun ekosistem keinsinyuran yang adaptif, inklusif, dan responsif terhadap kebutuhan zaman.







