Menilik Surganya Barang Antik di Solo Vintage Festival

oleh
Vintage
Barang-barang antik di Solo Vintage Festival di Plasa Palur, Karanganyar, Minggu (31/7/2022) | MettaNEWS / Adinda Wardani

KARANGANYAR, MettaNEWS – Event Solo Vintage Festival menjadi surganya pecinta barang-barang lama, perabotan antik era masa lalu, hingga koleksi langka. Telah berlangsung sejak Kamis sampai Minggu, 28-31 Juli 2022 di Palur Plaza, Karanganyar, event ini menjadi yang kali pertama digelar.

Diikuti 140 peserta dari berbagai daerah di Jawa sepertj Jakarta, Malang, Semarang, event ini buka dari 10.00 WIB -22.00 WIB.

Sekretaris Solo Vintage Festival, Anggoro mengatakan event bertajuk vintage ini sebelumnya sudah pernah digelar dengan nama Indonesia Vintage Festival.

“Digelar di sini sudah 2 kali, yang pertama tahun 2020, terus ini yang kedua kalinya. Kalau untuk Sol Vintage Festival ini baru  diadakan pertama kali. Untuk tahun kemarin itu Indonesia Vintage Festival yang ke-2,” kata Anggoro kepada MettaNEWS, Minggu (31/7/2022).

Tak hanya di Solo, event ini kerap digelar diberbagai tempat secara bergantian.

“Acaranya bergilir, tahun kemarin di Semarang dan nanti bulan depan, September lanjut di Surabaya,” beber Anggoro.

Tak ada syarat khusus untuk dapat mengikuti event ini. Pasalnya para kolektor barang vintage yang tergabung merupakan anggota komunitas antikan.

“Kalau untuk yang Solo saja kita di sini ada banyak sekali komunitas antikan, seperti ada Selawe, kalau di tempat saya itu ada Tim Lapak Solo,” terangnya.

Khusus peserta dari Solo, Anggoro menyebut para kolektor dan penjual di Solo Vintage Festival merupakan penjual di Pasar Triwindu, Ngarsapura.

“Yang dari Triwindu juga ada, tetapi ini terlebih dulu sebagai peserta kalau yang mengadakan acara itu dari Tim Lapak Solo,” sebutnya.

Satu diantara 140 penjual di event itu adalah Tino (18) Sejati Antik. Anak muda asal Semarang yang cukup lama menjajaki perjadulan ini. Tino pun tergabung dalam beberapa komunitas barang antik di Semarang. Berkat hal ini ia memperoleh informasi event barang antik di Karanganyar.

Di lantai 2 tempat perbelanjaan itu, lapaknya berada paling depan berjajar dengan para kolektor lainnya yang berusia lebih tua. Toni duduk diantara banyaknya pernak-pernik yang ia jual seperti cincin, jam, teko Cina, sepeda dan berbagai barang yang nampak tua.

Diantara barang-barang yang tak terhitung jumlahnya itu, sepeda besi tua berkarat menjadi barang yang paling mahal. Dibanderol dengan harga Rp 6.5 juta, sepeda itu menjadi barang yang paling nyentrik.

“Di sini yang paling murah cincin kuno harganya Rp 50 ribu kalau yang paling mahal sepeda Rp 6.5 juta,” kata Tino kepada MettaNEWS, Minggu (31/7/2022).

Selama empat hari berjualan, Tino mendapat penghasilan Rp 5 juta. Angka yang cukup lumayan baginya yang telah mengikuti event yang sama di Solo.

“Dari pertama di sini pengunjungnya ya lumayan banyak, saya dapat Rp 5 juta sampai malam ini,” katanya.