Lindungi Driver Ojol Perempuan, Gus Yasin Siapkan Aplikasi Darurat Terhubung ke RT

oleh
oleh

SEMARANG, NEWS – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menyiapkan terobosan baru untuk meningkatkan keamanan pengemudi ojek online (ojol) perempuan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menyatakan akan segera meluncurkan aplikasi perlindungan khusus bagi driver ojol perempuan di wilayah Jawa Tengah.

Aplikasi tersebut dirancang untuk membantu para pengemudi perempuan ketika menghadapi situasi darurat, seperti pelecehan atau kekerasan saat bekerja di jalan.

“Hasil saya ngobrol dengan srikandi ojol, ada juga Komunitas Kebaya yang datang dari Purwokerto. Keluhannya apa saja. Katanya Jawa Tengah relatif aman. Namun kami akan melaunching program perlindungan untuk menangani pelecehan dan kekerasan terhadap para srikandi ojol,” kata Taj Yasin saat menghadiri acara Ngabuburide Berenergi di kantor Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Tengah, Jumat (6/3/2026).

Melalui aplikasi tersebut, driver perempuan nantinya cukup menekan tombol darurat yang akan langsung terhubung dengan lingkungan sekitar, termasuk pengurus RT setempat. Dengan sistem ini diharapkan para pengemudi ojol perempuan dapat memperoleh bantuan lebih cepat saat menghadapi situasi tidak menyenangkan di jalan.

Menurut tokoh yang akrab disapa Gus Yasin tersebut, program perlindungan ini tidak hanya akan diterapkan di Kota Semarang, tetapi juga akan diperluas ke berbagai kota lain di Jawa Tengah.

“Nanti bukan hanya di Kota Semarang, namun juga di kota-kota yang lain khususnya di Jawa Tengah, biar ada keamanan di jalan,” ujarnya.

Gus Yasin juga menyampaikan apresiasi kepada para driver ojol yang selama ini telah memberikan pelayanan kepada masyarakat dan turut berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia berharap pada momentum libur Lebaran mendatang, jumlah pesanan transportasi daring akan meningkat seiring dengan datangnya wisatawan ke Jawa Tengah.

“Saya termasuk yang selalu senang menggunakan jasa ojol. Bahkan biasanya saya muter-muter bertemu dengan kawan-kawan yang sedang ngetem,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Taj Yasin juga bersilaturahmi dengan para pengemudi ojol, anak yatim, serta mahasiswa korban bencana Aceh–Sumatera Utara yang sedang menempuh pendidikan di Kota Semarang.

Salah satu perwakilan Komunitas Ojol Semarang, Dewi, mengaku senang dengan rencana peluncuran aplikasi perlindungan tersebut. Menurutnya, profesi pengemudi ojol perempuan memang cukup rentan terhadap perlakuan tidak menyenangkan.

Meski demikian, selama tujuh tahun bekerja sebagai driver ojol, ia mengaku belum pernah mengalami kekerasan fisik. Hanya saja, ia pernah mengalami kekerasan verbal saat mengantar pelanggan dari Semarang ke Salatiga.

“Saya berterima kasih perhatian Pemprov Jawa Tengah yang sangat melindungi perempuan. Mantap,” katanya.

Ucapan terima kasih juga disampaikan Ketua Ikatan Mahasiswa Aceh di Semarang, M. Haikal Zalfah. Ia mengapresiasi perhatian yang diberikan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah kepada mahasiswa Aceh yang terdampak bencana.

“Bantuan yang diberikan kepada kami tidak hanya selama tiga bulan saja, tetapi sampai sekarang masih dipikirkan. Kami selaku mahasiswa Aceh di Semarang mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Pemprov Jateng,” ujarnya.