Koperasi Desa Merah Putih Berantas Distribusi Pupuk Nakal

oleh
oleh
Pedagang pupuk memotret petani kalangan muda saat penebusan pupuk bersubsidi dengan menggunakan aplikasi i-Pubers atau integrasi pupuk bersubsidi di Koperasi Desa Merah Putih di Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah (29/12). [Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]

HINGAR bingar bahagia penyamarataan harga pembelian pupuk bersubsidi disambut baik oleh para petani diseluruh pelosok negeri dengan menggunakan aplikasi. Nama petani tercantum diaplikasi  i-Pubers atau integrasi pupuk bersubsi, walaupun sudah banyak petani menggunakannya mereka berharap bahwa kuota pupuk subsidi makin ditambah jumlahnya.

Presiden, H Prabowo Subianto telah menggaungkan upaya transformasi perubahan alur perekonomian nasional. Salah satu fokusnya adalah untuk memutus kenakalan proses distribusi pupuk di bidang pertanian yang digawangi oleh Koperasi Desa Merah Putih keberadaannya akan diperbanyak di seluruh Kawasan pedesaan di seluruh Indonesia terutama dari daerah penanam Padi.

Solusi yang ditawarkan adalah dengan menghadirkan instrumen ekonomi kerakyatan, yaitu Koperasi Desa Merah Putih (KDMP). Dengan harapan, alur distribusi pupuk kepada para petani tidak lagi ditukang-tukangi, dan harga pupuk bisa terjangkau. Dijual sesuai harga eceran tertinggi (HET).

Secara filosofi, KDMP hadir dari anggota, untuk anggota, dan kepada anggota. Karena itu, untuk KDMP Medan Krio, harus ada formulasi agar seluruh gabungan kelompok tani (Gapoktan) yang ada masuk dalam keanggotaan KDMP.

Dengan begitu, para petani akan memberikan iuran bulanan yang kemudian menjadi penjamin penyaluran pupuk subsidi kepada para petani. Juga tidak ada lagi distributor-distributor nakal yang mencari keuntungan dari jerih payah para petani.

Dengan adanya KDMP, diharapkan menjadi tempat berkumpulnya para petani, sehingga bisa memacu pertumbuhan ekonomi bagi petani itu sendiri. Koperasi Desa Merah Putih ini bisa sebagai penyalur pupuk subsidi. Pendataan khususnya daerah-daerah kita yang memang penghasil beras dan hortikultura lainnya. Harus ada Koperasi Desa Merah Putih yang menyediakan pupuk subsidi, semoga petani akan semakin kaya dengan usaha mereka.

Petani kalangan muda membayar pupuk bersubsidi usai membeli pupuk subsidi dengan menggunakan aplikasi i-Pubers atau integrasi pupuk bersubsidi di Koperasi Desa Merah Putih di Bentangan, Wonosari, Klaten, Jawa Tengah (29/12).
[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani kalangan muda mempersiapkan pupuk subsidi Urea dan Phonska untuk pemupukan di lahan pertanian miliknya di desa Jati, Tegal Gede, Karanganyar, Jawa Tengah (29/12).
[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani kalangan muda mempersiapkan pupuk subsidi Urea dan Phonska untuk pemupukan di lahan pertanian miliknya di desa Jati, Tegal Gede, Karanganyar, Jawa Tengah (29/12).
[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani kalangan muda menaburkan pupuk subsidi Urea dan Phonska di lahan pertanian miliknya di desa Jati, Tegal Gede, Karanganyar, Jawa Tengah (29/12).
[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani kalangan muda menaburkan pupuk subsidi Urea dan Phonska di lahan pertanian miliknya di desa Jati, Tegal Gede, Karanganyar, Jawa Tengah (29/12).
[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani kalangan muda menaburkan pupuk subsidi Urea dan Phonska di lahan pertanian miliknya di desa Jati, Tegal Gede, Karanganyar, Jawa Tengah (29/12).
[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani kalangan muda menaburkan pupuk subsidi Urea dan Phonska di lahan pertanian di desa Jati, Tegal Gede, Karanganyar, Jawa Tengah (29/12).
[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani kalangan muda beristirahat usai menaburkan pupuk subsidi Urea dan Phonska di lahan pertanian miliknya di desa Jati, Tegal Gede, Karanganyar, Jawa Tengah (29/12).
[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]
Petani kalangan muda melintasi persawahan usai menaburkan pupuk subsidi Urea dan Phonska di lahan pertanian miliknya di desa Jati, Tegal Gede, Karanganyar, Jawa Tengah (29/12).
[Bram Selo AM/Kontributor Mettanews]