Kereta Batara Kresna Alami 12 Gangguan Perjalanan, Daop 6 Gencar Sosialisasi Keselamatan

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Sepanjang tahun 2023, Kereta Batara Kresna alami 12 gangguan perjalanan. Kereta Batara Kresna melintasi rel di jalan Slamet Riyadi dari Stasiun Purwosari Solo menuju Wonogiri.

Manajer Humas Daop 6 PT KAI, Krisbiyantoro menyampaikan gangguan perjalanan ini dari faktor eksternal. Mulai dari kendaraan yang parkir sembarangan hingga tertemper kendaraan yang melaju.

Dengan banyaknya gangguan tersebut, Daop 6 terus gencar sosialisasi perjalanan kereta jalur Slamet Riyadi. Seperti pada Jumat (24/11/2023) pagi di rel bengkong Slamet Riyadi. Sosialisasi ini menggandeng Balai Teknik Perkeretaapian, komunitas pecinta kereta api, Dinas Perhubungan Solo dan kepolisian.

“Data yang sudah kami dapat bahwa sampai bulan ini sudah terjadi 12 kecelakaan yang berada di jalur antara Purwosari dengan Wonogiri. Baik itu pelanggaran temperan, bahasa temperan karena KA punya jalur sendiri. Kemudian ada pelanggaran jenis parkir yang  sembarangan,” tandas Krisbiyantoro.

Krisbiyantoro mengatakan Daop 6 tidak kurang-kurang melakukan sosialisasi 4 T pada pengguna jalan dan masyarakat.

“Sosialisasi yang kita lakukan ini adalah 4T. Yakni Tidak parkir sembarangan, Tidak melakukan aktivitas di jalur KA, Tidak menerobos perlintasan sebidang. Karena rute Purwosari Wonogiri menurut kami unik, tidak ada alat pendukung keselamatan. Kemudian Tengok kanan kiri aman barulah jalan,” jelas Krisbiyantoro.

Krisbiyantoro menyebut jumlah insiden gangguan perjalanan kereta ini hampir sama dengan tahun 2022.

“Jadi tidak berkurang gangguannya, belum signifikan pengurangannya,  hampir sama. Kami juga mengharapkan seluruh lapisan masyarakat untuk lebih peduli terhadap upaya Pemerintah menjaga perjalanan dan keselamatan semua pengguna  jalan,” tegasnya.

Dua kereta yang melintas di jalur Slamet Riyadi lanjut Krisbiyantoro merupakan ikon Kota Solo.

“Kami juga ikut melihat langsung apa yg kiranya nanti bisa kita tambahkan untuk sarana pendukung keselamatan perjalanan KA. Kalau dari pihak KA mengusulkan alat-alat yang dibutuhkan lagi untuk mendukung keselamatan perjalanan KA ini,” ujarnya.

KA Batara Kresna sebagai andalan bagi masyarakat untuk bepergian dari dan ke arah Kota Gaplek.

Okupansi penumpang KA Batara Kresna selalu diatas 60% setiap bulannya. Bahkan di bulan-bulan tertentu seperti Idul Fitri okupansinya bisa diatas 90%. Penumpang rata-rata per bulan pada tahun 2023 ini adalah 10.315 penumpang.

“Daop 6 berharap, masyarakat dapat lebih sabar dan menaati tata tertib di perlintasan sebidang KA. Baik di jalur KA Batara Kresna atau dimanapun agar diri sendiri selamat, perjalanan KA juga lancar dan selamat,” pungkasnya.