Karnaval Budaya Meriahkan Jalan Sehat Warga Purwosari, Siswa SD Muhammadiyah PK Solo Tampil Beda

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Karnaval budaya dan jalan sehat yang digelar warga RW IX Kelurahan Purwosari dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung meriah, Minggu (30/8/2026) pagi dengan melibatkan berbagai unsur masyarakat, termasuk siswa SD Muhammadiyah Program Khusus (PK) Kottabarat Solo.

Sejak pukul 06.00 WIB, warga telah memadati kawasan Jalan Kenanga yang menjadi titik awal kegiatan. Tak hanya jalan sehat, rangkaian acara juga diisi dengan karnaval budaya dan pentas seni yang menampilkan beragam potensi warga serta siswa.

Kehadiran siswa kelas IV, V, dan VI SD Muhammadiyah PK Kottabarat menjadi salah satu daya tarik utama karnaval. Para siswa tampil dalam berbagai kelompok yang merepresentasikan keberagaman Indonesia, mulai dari pakaian adat Nusantara, profesi, ekstrakurikuler dan hobi, hingga tokoh pahlawan nasional serta tokoh Muhammadiyah.

Barisan karnaval diawali dengan pembawa bendera Merah Putih. Siswa kelas IV tampil mengenakan seragam Hizbul Wathan (HW), siswa kelas V mengenakan seragam Tapak Suci, sementara siswa kelas VI mengenakan seragam olahraga.

Kemeriahan semakin terasa dengan kehadiran komunitas Reog Solo yang ikut mengiringi rombongan karnaval.

Rute karnaval dimulai dari Jalan Kenanga, kemudian bergerak menuju Jalan Hasanudin hingga perempatan Purwosari. Rombongan selanjutnya memasuki kawasan car free day (CFD) Jalan Slamet Riyadi, menuju perempatan Gendengan, kemudian berbelok ke Jalan dr. Moewardi sebelum kembali dan finis di Jalan Kenanga.

Saat memasuki kawasan CFD Jalan Slamet Riyadi, perhatian masyarakat semakin tertuju pada rombongan karnaval. Atraksi Reog Solo menjadi salah satu tontonan yang menarik pengunjung CFD.

Beragam kostum dan penampilan para siswa juga membuat suasana semakin semarak. Selain menghibur, penampilan tersebut menjadi media edukasi untuk memperkenalkan keberagaman budaya, profesi, minat, serta tokoh bangsa kepada masyarakat.

Kolaborasi Sekolah dan Warga Dapat Apresiasi

Lurah Purwosari, Suwanti, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan yang melibatkan berbagai unsur masyarakat tersebut.

Menurutnya, kegiatan dapat terlaksana berkat kekompakan pengurus RW, RT, tokoh masyarakat, hingga seluruh warga. Partisipasi SD Muhammadiyah PK Kottabarat juga dinilai memberikan warna tersendiri dalam kegiatan.

“Kami mengapresiasi kekompakan pengurus RW IX, pengurus RT I, II, III, IV, V, tokoh masyarakat, dan seluruh warga sehingga kegiatan ini dapat terlaksana. Kami juga mengapresiasi partisipasi SD Muhammadiyah Program Khusus Kottabarat Solo sehingga kegiatan berlangsung lebih meriah,” ungkap Suwanti.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Kelurahan Purwosari. Bahkan, pihak kelurahan berencana mengembangkan kegiatan serupa menjadi festival budaya yang melibatkan berbagai potensi masyarakat.

“Kami berharap SD Muhammadiyah PK Kottabarat juga bisa kembali berpartisipasi,” tambahnya.

Apresiasi terhadap kolaborasi sekolah dan masyarakat juga disampaikan Wakasek Kemuridan SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, Muhamad Arifin.

Menurut Arifin, sekolah terbuka terhadap berbagai bentuk kerja sama dengan masyarakat, terutama kegiatan yang memberikan pengalaman positif bagi siswa sekaligus memperkuat hubungan sekolah dengan lingkungan sekitar.

“Kami merasa terhormat dan sangat terbuka dengan kolaborasi bersama masyarakat. Terima kasih atas apresiasi dan kerja sama yang sangat baik dalam menyukseskan karnaval dan jalan sehat bersama warga,” ujarnya.

Dari Karnaval hingga Pentas Seni

Kemeriahan tidak berhenti setelah rombongan karnaval kembali ke Jalan Kenanga. Acara dilanjutkan dengan pentas seni yang menampilkan berbagai potensi warga dan siswa.

SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo turut ambil bagian dengan menampilkan sejumlah kemampuan siswa, mulai dari tari tradisional, pencak silat Tapak Suci, solo vokal, solo drum, hingga solo piano.

Keterlibatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk berinteraksi dengan masyarakat. Mereka tidak hanya menjadi peserta kegiatan, tetapi juga belajar memahami kehidupan sosial, menghargai keberagaman, sekaligus berani menunjukkan potensi yang dimiliki.

Bagi SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo, kolaborasi dengan masyarakat menjadi bagian dari upaya menciptakan pengalaman belajar yang lebih nyata bagi siswa.

Sekolah memandang masyarakat sebagai bagian penting dalam ekosistem pendidikan. Interaksi langsung melalui kegiatan sosial dan budaya dinilai dapat membantu siswa mengembangkan karakter, kepercayaan diri, kepedulian, serta kemampuan bekerja sama.

Kegiatan yang berlangsung hingga sekitar pukul 10.00 WIB tersebut pun menjadi momentum untuk mempererat hubungan antara sekolah dan masyarakat.

Semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI tidak hanya diwujudkan melalui seremoni, tetapi juga melalui kebersamaan, pelestarian budaya, pengembangan bakat anak, serta kolaborasi seluruh elemen masyarakat.

Dari jalan sehat, karnaval budaya, hingga pentas seni, warga Purwosari bersama SD Muhammadiyah PK Kottabarat Solo menunjukkan bahwa semangat kemerdekaan dapat dirayakan dengan cara yang sederhana, meriah, sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk belajar dan berkarya.