Jelang Hari Santri Nasional, 110 Santri Cilik Sondakan Adu Bakat di FASI 2026

oleh
oleh

SOLO, MettaNEWS – Sebanyak 110 santri cilik dari 10 taman pendidikan Al-Qur’an (TPA) di Kelurahan Sondakan, Kecamatan Laweyan, Surakarta, mengikuti Festival Anak Saleh Indonesia (FASI) Forkita Sondakan 2026. Kegiatan ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pengembangan potensi santri dalam menyambut Hari Santri Nasional yang diperingati setiap 22 Oktober.

Festival yang diselenggarakan Forum Komunikasi TPA (Forkita) Kelurahan Sondakan tersebut berlangsung di Masjid Baiturrohman, Jalan KH Samanhudi No. 112, Tegalrejo, Sondakan, Minggu (11/10/2026).

Menghadirkan enam cabang perlombaan, FASI tahun ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kemampuan, melatih keberanian, serta meningkatkan kepercayaan diri. Salah satu kategori baru yang diperkenalkan tahun ini adalah dai cilik.

Sejak pukul 07.00 WIB, para peserta mulai berdatangan untuk mengikuti rangkaian kegiatan. Perlombaan dimulai pukul 08.30 WIB dan berakhir sekitar pukul 10.00 WIB, dilanjutkan dengan pengumuman pemenang serta penyerahan trofi dan bingkisan.

Ketua Forkita Sondakan, Agung Nugraha, mengatakan FASI tidak sekadar menjadi ajang kompetisi, tetapi juga bagian dari pembinaan generasi muda Islam sejak dini.

“FASI ini menjadi ajang pembinaan sekaligus pengembangan potensi santri TPA,” ujar Agung.

Semangat menyambut Hari Santri Nasional juga terlihat dari kepanitiaan. Sejumlah panitia putra mengenakan sarung sebagai identitas santri sekaligus menambah suasana kesantrian dalam kegiatan tersebut.

Agung turut menyampaikan apresiasi kepada Pokmas Guyub Rukun Sondakan yang mendukung penyelenggaraan FASI melalui dana DPK Kelurahan Sondakan.

Masjid Jadi Ruang Pembinaan Generasi Muda

Masjid Baiturrohman menjadi pusat pelaksanaan kegiatan sekaligus ruang pertemuan santri dari berbagai TPA di Kelurahan Sondakan. Masjid yang juga menjadi sekretariat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Laweyan itu dimanfaatkan tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai sarana pendidikan dan pembinaan anak-anak.

Pengurus Masjid Baiturrohman, Ahkamudin, menyambut baik penyelenggaraan festival tersebut. Menurutnya, FASI memberikan kesempatan kepada para santri untuk bertemu, berkompetisi secara sehat, dan mempererat hubungan persaudaraan.

“Kegiatan ini bukan hanya perlombaan, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan ukhuwah Islamiah antarsantri,” kata Ahkamudin.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menjadi generasi penerus Islam yang berakhlak baik.

Pembukaan FASI dihadiri Sekretaris DMI Surakarta Amin Rasyadi, Lurah Sondakan Agus Wahyu Purnomo Anwar, Ketua Pokmas Guyub Rukun Sondakan Eko Nur Cahyo, serta pengurus Forkita dan tokoh masyarakat. Lurah Sondakan membuka kegiatan secara resmi, dilanjutkan doa yang dipimpin Amin Rasyadi.

Sejumlah tokoh masyarakat lainnya juga hadir, di antaranya Ketua LPMK Sondakan Mursid Ghozali, Ketua BADKO LPQ Surakarta Daliman, serta unsur Pokja Forkita Rozak Ariyanto dan Safrudin.

TPA Masjid Roudlotul Iman Raih Juara Umum

Dalam pengumuman hasil perlombaan, TPA Masjid Roudlotul Iman di Jantirejo, Sondakan, berhasil meraih juara umum pertama. Posisi kedua ditempati TPA Masjid Muttaqin, sedangkan juara umum ketiga diraih TPA An Nuur Masjid Baiturrohman.

Para pemenang mendapatkan trofi dan bingkisan. Sementara itu, penghargaan juara umum dilengkapi sertifikat serta uang pembinaan sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.

Penyelenggaraan FASI menjadi salah satu cara masyarakat Sondakan menyemarakkan Hari Santri Nasional melalui kegiatan pembinaan yang melibatkan anak-anak, pengurus masjid, dan masyarakat.

Momentum Hari Santri diharapkan tidak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi juga mendorong pembinaan berkelanjutan agar anak-anak tidak hanya memiliki kemampuan membaca Al-Qur’an, melainkan juga berani tampil, berakhlak baik, dan menghargai sesama.

Melalui kegiatan ini, Forkita bersama pengurus masjid dan masyarakat berupaya menumbuhkan generasi muda Islam yang berilmu, berkarakter, serta menjadikan masjid sebagai bagian penting dalam kehidupan sehari-hari.