Jateng Tuan Rumah Silaturahmi Nasional Perdana Annitho Aswaja, Perkuat Ukhuwah, Ekonomi Umat dan Cinta NKRI

oleh
oleh

SEMARANG, MettaNEWS – Jawa Tengah menjadi tuan rumah perdana Silaturahmi Nasional Annisa Thoriqoh Ahlussunnah Wal Jamaah (Annitho Aswaja) yang digelar di Wisma Perdamaian, Kota Semarang, Sabtu (13/6/2026).

Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri ribuan anggota dan pengurus dari berbagai daerah di Indonesia sebagai ajang mempererat ukhuwah, konsolidasi organisasi, serta penguatan peran perempuan dalam kehidupan sosial, ekonomi, dan kebangsaan.

Annitho Aswaja merupakan organisasi perempuan tarekat yang berada di bawah naungan Jam’iyyah Ahlit Thariqah Al-Mu’tabarah Ahlussunnah Wal Jamaah (Jatma Aswaja) yang dipimpin oleh Habib Luthfi bin Ali bin Yahya.

Acara tersebut turut dihadiri Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama istrinya, Hj. Nawal Arafah Yasin, yang juga merupakan Pembina Annitho Aswaja Jateng-DIY.

Dalam sambutannya, Nawal Arafah Yasin atau yang akrab disapa Ning Nawal mengatakan, silaturahmi nasional menjadi bagian penting dalam perjalanan organisasi karena tarekat mengajarkan para pengamalnya untuk menjaga kebersihan hati dan memperkuat hubungan dengan para ulama serta guru spiritual.

“Kita berkumpul supaya bisa sama-sama meraih berkah para habib, ulama dan para ahli thariqah,” ujarnya.

Menurut Ning Nawal, kegiatan tersebut juga menjadi bentuk birrul walidain atau berbakti kepada orang tua, termasuk menjalin hubungan baik dengan para tokoh yang dekat dengan orang tua dan keluarga. Ia menyebut Habib Luthfi sebagai guru sekaligus sosok yang memiliki kedekatan erat dengan almarhum KH Maimoen Zubair.

“Maka hari ini kami menautkan hati kami kepada guru kami semua, yaitu Habib Luthfi bin Yahya,” katanya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Jenderal Jatma Aswaja, Hasan Chabibie, menjelaskan bahwa Silaturahmi Nasional Annitho Aswaja menjadi momentum penting untuk memperkuat koordinasi dan konsolidasi organisasi yang masih tergolong baru.
Menurutnya, meski baru berusia sekitar satu tahun, Jatma Aswaja telah memiliki 11 pengurus wilayah dan sekitar 100 pengurus cabang yang tersebar dari Aceh hingga Papua.

“Jatma Aswaja ini menjadi rumah besar para pengamal tarekat di seluruh Indonesia. Kami ingin organisasi ini kuat dan mampu memberikan penguatan bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Dalam mauidhah hasanah yang disampaikan kepada peserta, Habib Luthfi berpesan agar seluruh anggota tarekat senantiasa menjaga kecintaan kepada tanah air serta berkontribusi nyata bagi bangsa dan negara. Ia juga mendorong para anggota Annitho Aswaja untuk menjadi perempuan yang mandiri dan berdaya secara ekonomi.

“Ketika hati mulai bersih, lalu berpikir apa andil untuk negara dan bangsa,” pesan Habib Luthfi.

Ia menegaskan pentingnya terus menggelorakan semangat cinta Indonesia dan menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Selagi ada umur tetaplah menggelorakan cinta Indonesia dan memperkuat NKRI,” tegasnya.

Ketua Pengurus Besar Annitho Aswaja, Hj. Sechah wal Afiah, mengatakan silaturahmi nasional tersebut merupakan pertemuan akbar pertama yang mempertemukan anggota dan pengurus dari seluruh Indonesia.

Menurutnya, forum tersebut tidak hanya bertujuan memperkuat ukhuwah Islamiyah dan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah, tetapi juga memperluas peran jamaah dalam bidang sosial, budaya, dan ekonomi.
“Thariqah tak hanya memutar tasbih dan duduk di atas sajadah. Orang yang berthariqah bisa mandiri di dalam sosial, budaya, dan ekonomi. Segala bidang kehidupan manusia juga kami perhatikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, salah satu program prioritas yang terus didorong oleh Habib Luthfi adalah penguatan ekonomi jamaah. Karena itu, Annitho Aswaja bersama Jatma Aswaja berencana memfasilitasi pelaku UMKM di lingkungan jamaah melalui ruang promosi dan pemasaran produk agar tercipta aktivitas ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui Silaturahmi Nasional perdana ini, Annitho Aswaja berharap mampu memperkuat jaringan organisasi, meningkatkan kemandirian ekonomi umat, serta meneguhkan komitmen kebangsaan dan kecintaan terhadap Indonesia.