SOLO, MettaNEWS — Mahasiswa Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ISI Surakarta kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam ajang Pemilihan Mahasiswa Berprestasi (Pilmapres) tingkat institusi tahun 2025. Melalui proses seleksi ketat dan pendampingan intensif, Gilbert Gohnarso berhasil meraih Juara II Pilmapres ISI Surakarta 2025.
Seleksi Pilmapres tingkat internal ini diselenggarakan pada Kamis, 12 Juni 2025, dengan melibatkan sejumlah indikator penilaian seperti kemampuan Bahasa Inggris, prestasi akademik, portofolio, serta gagasan kreatif mahasiswa. Gilbert, sebagai perwakilan dari Prodi DKV, mengangkat ide inovatif bertajuk MindSpace — sebuah game eksplorasi diri berbasis AI yang ditujukan untuk membantu kesehatan mental remaja SMA di Surakarta.
“Gangguan mental pada remaja adalah masalah nyata dan mendesak. Melalui MindSpace, saya ingin menghadirkan solusi kreatif yang visual, emosional, dan dekat dengan dunia remaja,” ungkap Gilbert dalam keterangannya.
Ia menambahkan bahwa game tersebut menggabungkan teknologi AI dan desain antarmuka yang ramah pengguna untuk menjawab isu kesehatan mental dengan pendekatan desain yang humanis.
Capaian ini tak lepas dari dukungan dan pendampingan intensif tim dosen DKV ISI Surakarta. Hening Laksani, selaku koordinator tim pendamping Pilmapres, menjelaskan bahwa proses seleksi internal dimulai dari penjaringan mahasiswa dengan kriteria akademik, kemampuan bahasa Inggris, hingga presentasi gagasan.
“Pendampingan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyusunan portofolio, latihan presentasi, sampai pengembangan ide kreatif yang relevan dan berdampak sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Juara I Pilmapres ISI Surakarta 2025 diraih oleh Aji Ramadhan dari Prodi Etnomusikologi, Fakultas Seni Pertunjukan. Meski berada di posisi kedua, prestasi Gilbert tetap menjadi kebanggaan tersendiri bagi Prodi DKV.
Ketua Program Studi DKV, Rendya Adi Kurniawan, menyampaikan apresiasi atas pencapaian tersebut.
“Prestasi Gilbert sangat membanggakan. Ini menjadi bukti bahwa sistem pendampingan internal kami efektif, dan ke depan akan terus kami tingkatkan agar mahasiswa DKV bisa lebih berprestasi di level institusi hingga nasional,” ungkapnya.
Gilbert pun menutup dengan harapan besar untuk masa depan.
“Menjadi Juara II bukanlah hal yang mudah di tengah padatnya kesibukan sebagai mahasiswa. Tapi saya bangga bisa berkontribusi untuk kampus. Ke depannya, saya berharap bisa membawa nama ISI Surakarta lebih tinggi lagi,” tuturnya.
Prestasi ini membuktikan bahwa dengan bimbingan yang tepat dan semangat inovasi, mahasiswa seni dan desain pun mampu menjawab isu-isu sosial dengan pendekatan kreatif yang berdampak luas.







