JAKARTA, MettaNEWS — Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia (Komdigi) untuk memperkuat ekosistem registrasi digital melalui teknologi biometrik dalam layanan eSIM prabayar. Langkah ini dipamerkan melalui Live Biometric Demo yang digelar di Gerai IM3 Jakarta pada akhir Oktober 2025.
Menurut Direktur Jenderal Ekosistem Digital Komdigi, Edwin Hidayat Abdullah, penerapan sistem registrasi berbasis biometrik merupakan bentuk dukungan pemerintah terhadap perkembangan layanan digital yang lebih aman dan praktis. “Melalui penerapan sistem yang telah memenuhi standar, kami optimis bahwa ekosistem telekomunikasi di Indonesia dapat menjamin keamanan publik,” jelasnya.
Sistem registrasi biometrik yang dikembangkan Indosat mengacu pada standar internasional yakni ISO 30107‑3. Prosesnya mencakup validasi nomor pelanggan (MSISDN) dan Nomor Induk Kependudukan (NIK), pengambilan foto wajah (self-photo), verifikasi liveness detection, serta pencocokan wajah dengan basis data Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil). Sistem ini diklaim memiliki tingkat kecocokan minimal 95% dalam proses pencocokan wajah.
Reski Damayanti, Chief Legal and Regulatory Officer Indosat, menekankan bahwa keamanan dan kenyamanan pelanggan menjadi prioritas utama perusahaan. “Kami siap berkolaborasi untuk memastikan implementasi kebijakan berjalan optimal demi kepentingan pelanggan dan kemajuan industri,” ujarnya.
Selain langkah registrasi biometrik, Indosat juga telah menghadirkan fitur Anti-Spam dan Anti-Scam sejak Agustus 2025, yang menggunakan kombinasi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan jaringan 5G (dikenal sebagai AIvolusi5G) untuk mendeteksi dan mencegah pesan maupun panggilan berisiko secara real-time di jaringan.
Dengan langkah ini, Indosat dan Komdigi berharap dapat memperkuat fondasi ekosistem digital yang lebih modern, aman, dan terpercaya di Indonesia, serta memfasilitasi pengalaman pelanggan yang lebih baik dalam era transformasi digital.







