SOLO, MettaNEWS – Solo Car Free Day (SCFD) kembali digelar ketiga kalinya pada Minggu (29/5) pagi. Awalnya SCFD ini berlangsung seperti biasa, ribuan pengunjung pun mulai memadati ruas jalan Slamet Riyadi Solo sejak SCFD dibuka pada pukul 06.00 WIB.
Berbagai aktivitas SCFD berjalan seperti sebelumnya yakni para pengujung melakukan kegiatan olahraga, senam, bersepeda, jogging, maupun menikmati jajanan.
Suasana masih berjalan sangat kondusif di mana semakin siang semakin banyak pengunjung yang masih berdatangan. Hingga pada pukul 08.20 WIB, suasana SCFD sangat ricuh. Para pengunjung nampak mulai berhamburan menjauhi area SCFD yang berada tepat di depan Menara Masjid Taman Sriwedari.
Hal ini lantaran terdapat salah seorang yang berteriak memberikan informasi menara setinggi 99 meter tersebut dikabarkan akan roboh. Lantas hal ini membuat pengunjung berlarian ke segala sisi.
Para pengunjung pun berlarian menyelamatkan dirinya masing-masing. Suasana SCFD berubah menjadi sangat ricuh dalam beberapa waktu.
Salah seorang saksi, Aslaf pengunjung dari Pajang, Laweyan menyebut ia dan keluarganya ikut berlarian bersama pengunjung lain.
“Saya sebenarnya mau jalan ke arah timur. Sudah sampai di robot-robot (cosplayer). Pas lihat depan itu kok pada lari semua. Itu dari arah Sriwedari lari ke arah utara semua. Apa kenapa, denger-denger mau ambruk (menara). Kan saya lihat kaya mendongak gitu itu ya memang gerak,” ungkap Alsaf saat ditemui tim MettaNEWS, Minggu (29/5/2022).
Ia pun mengaku berlarian ke arah barat mengikuti arah larinya pengunjung yang lain. Sambil berlari sesekali Alshaf melihat kembali menara tersebut.
“Saya lari ke arah barat terus yang jatuh banyak. Soalnya lari sama lihat ke atas gitu. Iya agak doyong dikit udah mau ambruk pelan-pelan goyangnya,” ucapnya.
Sementara itu salah satu pengunjung lain, Winda juga mengungkapkan hal yang sama.
“Kalau memang ada yang nggak percaya karena nggak di sana. Yang bilang itu cuma awan ya kalau cuma awan itu bener-bener kelihatan di kita sudah doyong Itu juga banyak orang sampai keinjek injek. Lari ke arah barat utara,” tutur Winda.
Winda pun bersikeras bahwa ia melihat menara Masjid Taman Sriwedari sudah miring. Ia pun percaya menara tersebut tidak jadi roboh karena kuasa Tuhan.
“Itu tu udah condong dan saya yakinnya itu ada kumpulan tahfidz yang ngaji-ngaji tadi doa. Bilang jangan panik kayak ada gempa gitu kan tadi, udah tenang aja bu. Saya yakin berhentinya karena itu berhentinya karena itu,” ucapnya.
Winda yang shock mencoba menyelematkan diri hingga membuatnya terpisaj dengan ketiga anaknya. Winda pun mengaku mengalami sasak nafas dan pusing usai kejadian tersebut.
“Saya shocknya itu lari dari sana sampai sini nginjek orang sampai anak saya ada tiga itu pisah semua. Saya sekarang sesek sama pusing. Alhamdulillah sekarang sudah ketemu semua aman. Tapi ada yang hilang juga anak-anaknya karena misah,” jelasnya.
Usai kejadian tersebut ia pun langsung menepi ke jalan untuk menenagkan pikiran. Sembari menangis Winda mengingat-ingat kejadian beberapa menit sebelumnya dia mendengar ada suara yang berasal dari menara.
“Tadi ada suara makanya langsung pada lari. Kalau kita nggak denger suara paling ya nggak lah itu nggak lari kita. Itu kita lihat sudah miring dan mungkin itu kuasa Allah,” pungkasnya.
Berdasarkan pantauan MettaNEWS di lokasi, suasana sedikit tenang pada pukul 08.36 WIB. Nampak para pengunjung tak mengenakan alas kaki dan juga terdapat anak kecil yang menangis karena kakinya terluka. Para pengujung pun juga nampak sudah meninggalkan SCFD meskipun gelaran ini masih berlangsung dan baru akan selesai pada 09.00 WIB.







